TIMES JATIM, SAMPANG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sampang (DPRD Sampang) Jawa Timur, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Dusun Pandian, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Sidak dipicu beredarnya video viral berdurasi 1 menit 25 detik yang menampilkan kondisi SDN Batoporo Timur 1 tanpa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan susana kelas dengan lantunan lagu dangdut memakai fasilitas smart panel tanpa aktivitas mengajar.
Ditambah lagi, hasil klarifikasi berdasarkan pertemuan antara pihak Dinas Pendidikan dengan Guru dan Plt Kepala Sekolah SDN Batoporo Timur 1 yang menyatakan bahwa KBM hanya berlangsung sekali dalam seminggu, yaitu di hari Jumat saja.
Memastikan hal itu, komisinya mendatangi sekolah tersebut guna memastikan kebenaran klarifikasi tersebut.
"Saya dengan teman-teman Komisi IV hanya ingin memastikan, apa benar kegiatan belajar mengajar di sekolah itu berlangsung di hari Jumat saja. Ternyata, tak ada satupun siswa di sana," beber Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, pada Jumat (23/1/2026) usai sidak.
Di lokasi, lanjut Mahfud, hanya ada 2 ruang kelas yang layak pakai. Sementara, 3 kelas yang lain dibiarkan rusak, kotor, dan teras kelas ditumbuhi rumput.
Melihat kenyataan itu, pihaknya berencana membetuk Panitia Khusus (Pansus) dan melakukan audit.
Sebab, proses KBM sudah tidak efektif dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
"Intinya perlu dilakukan evaluasi. Bahkan kalau perlu, ditutup saja," pungkas Ketua DPC PKS Sampang ini. (*)
| Pewarta | : Moh. Mansur |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |