https://jatim.times.co.id/
Berita

Diskopindag Kota Malang Targetkan 4.000 UMKM Naik Kelas Tahun 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:53
Diskopindag Kota Malang Targetkan 4.000 UMKM Naik Kelas Tahun 2026 Ilustrasi produk UMKM Kota Malang. (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menargetkan sebanyak 10 persen atau 4.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang dapat naik kelas pada tahun 2026. Target tersebut dipatok lantaran sektor UMKM menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 40 ribu UMKM di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan sedikitnya 4.000 UMKM mengalami peningkatan kapasitas usaha pada 2026.

“Jumlah UMKM di Kota Malang sekitar 40 ribu. Pada 2026 kami menargetkan 10 persennya atau sekitar empat ribu UMKM bisa naik kelas,” ujar Eko, Jumat (23/1/2026).

Ia mengungkapkan, strategi percepatan capaian tersebut pada dasarnya masih melanjutkan pola pembinaan yang telah berjalan, namun dengan penguatan pada aspek pendampingan. Pada 2026, cakupan pendampingan akan diperluas dengan menyasar 50 hingga 100 UMKM dalam satu periode pendampingan.

“Selain memperluas jangkauan, tim pendamping juga diminta memberikan materi pelatihan yang lebih mendalam, terutama terkait pengemasan produk dan strategi pemasaran di era digital,” ungkapnya.

Penguatan pendampingan dinilai penting mengingat capaian UMKM naik kelas pada 2025 belum sesuai target. Pada tahun tersebut, jumlah UMKM yang berhasil naik kelas baru berkisar sekitar 100 pelaku usaha.

UMKM dikategorikan naik kelas apabila mampu menunjukkan peningkatan kinerja usaha, baik dari sisi omzet tahunan, kelengkapan legalitas usaha, maupun kualitas produk yang dihasilkan.

Tak hanya itu, Diskopindag juga mengarahkan pendampingan untuk mendorong semakin banyak produk UMKM Kota Malang menembus pasar ekspor. Sejumlah negara yang menjadi sasaran utama antara lain Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Selandia Baru.

“Hingga 2025, tercatat 95 UMKM Kota Malang telah menembus pasar internasional dengan komoditas ekspor didominasi produk keripik olahan tempe. Jika digabungkan dengan produk lain seperti kriya, nilai ekspor UMKM Kota Malang mencapai sekitar Rp100 miliar,” jelasnya.

Pada 2026, Diskopindag menargetkan jumlah UMKM yang mengekspor produknya dapat meningkat hingga 50 persen. Untuk mendukung target tersebut, klinik ekspor akan dimaksimalkan seiring terbukanya peluang pasar dan kerja sama dengan mitra luar negeri yang telah terjalin.

“Klinik ekspor akan terus kami dorong karena peluang pasar sudah terbuka dan kerja sama dengan luar negeri juga telah ada,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.