TIMES JATIM, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) memastikan proses lelang proyek perbaikan dan peningkatan jalan tahun anggaran 2026 akan dilakukan lebih awal.
Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan fisik seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PU BMSDA Kabupaten Sidoarjo, Makhmud, mengatakan pihaknya tidak ingin pengulangan masalah keterlambatan proyek akibat proses lelang yang molor. Oleh karena itu, seluruh paket pekerjaan akan diajukan untuk dilelang secara serentak.
“Segera kami ajukan lelang serentak supaya tidak molor. Harapan kami, penandatanganan kontrak juga bisa dilakukan secara bersamaan,” ujar Makhmud, Selasa (20/1/2026)
Menurutnya, percepatan lelang menjadi kunci agar pelaksanaan proyek dapat dimulai sejak awal tahun anggaran. Dengan begitu, waktu pengerjaan menjadi lebih longgar dan kualitas pekerjaan dapat lebih terjaga.
Pada tahun 2026, Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan dan peningkatan jalan dengan total panjang mencapai 6,77 kilometer. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur serta memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi.
Dari total ruas jalan yang akan ditangani, satu ruas akan diperbaiki menggunakan metode perbaikan eksisting dan overlay aspal, yakni ruas Krian (RPH)–Kemangsen (Balai Desa). Metode ini dipilih untuk mengembalikan kondisi jalan agar lebih rata dan nyaman dilalui pengguna jalan.
Sementara itu, enam ruas jalan lainnya akan diperbaiki melalui metode betonisasi. Enam ruas tersebut meliputi ruas Kebonagung–Tambak Kemerakan (ruas Kebonagung–Kemasan), Kedungturi–Kedungturi (ruas Wage–Kedungturi), Gedangan–Betro (lanjutan), Tambakcemandi–Tambakoso, Blurukidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk, serta ruas di depan SMP Negeri 2 Tanggulangin (ruas Ngaban–Kedungbanteng).
Makhmud menjelaskan, pemilihan metode penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ruas jalan. Untuk ruas dengan beban lalu lintas berat dan tingkat kerusakan cukup parah, betonisasi dinilai lebih tepat karena memiliki daya tahan lebih lama.
“Betonisasi kami prioritaskan di ruas-ruas dengan lalu lintas padat dan kendaraan bertonase berat agar usia layanan jalan bisa lebih panjang,” jelasnya.
Dengan perencanaan yang matang serta percepatan proses lelang, Makhmud berharap seluruh pekerjaan perbaikan dan peningkatan jalan dapat berjalan sesuai jadwal.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk melakukan pengawasan secara ketat agar mutu pekerjaan tetap sesuai spesifikasi teknis.
“Harapan kami, pekerjaan bisa dimulai lebih awal, tidak terburu-buru di akhir tahun, dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Daftar 7 Ruas Jalan yang Akan Dibetonisasi pada 2026, Pemkab Sidoarjo Percepat Lelang Proyek
| Pewarta | : Syaiful Bahri |
| Editor | : Deasy Mayasari |