TIMES JATIM, SURABAYA – Dekorasi batu marmer masih menjadi trend material utama desain rumah. Daya tarik batuan alam berserat ini memang tak lekang oleh zaman. Marmer juga memiliki keunggulan signifikan dalam hal ketahanan terhadap air dan kelembapan.
Sebagai batuan alami yang terbentuk di bawah tekan buan dan panas yang sangat tinggi, marmer memiliki porositas sangat rendah, sehingga lebih tahan terhadap penyerapan air.
Pola uniknya adalah hasil proses geologis. Sentuhan akhir yang diperbarui dipadukan teknik aplikasi pembuatan menghasilkan kesan mewah jika terpasang dalam rumah.
Marmer sendiri adalah simbol keanggunan dan dapat meningkatkan nilai properti. Permukaannya yang halus, mudah dibersihkan, serta tahan lama, membuat lebih ringkas dalam perawatan.
Batu marmer untuk dekorasi rumah saat ini didominasi oleh warna-warna netral klasik seperti putih, krem, dan abu-abu. Menawarkan kesan bersih, elegan, dan timeless, serta warna-warna hijau dan hitam untuk sentuhan dramatis, dengan motif urat yang menonjol tetap menjadi daya tarik utama.

Pemasangan batu marmer menambah kesan mewah, hangat, dan nyaman pada berbagai aplikasi interior mulai dari lantai, dinding, hingga kitchen islan.
Gajah Mada Stones yang berlokasi di kawasan CitraLand Surabaya, menawarkan berbagai rekomendasi pilihan batu marmer alam bermacam seri dan ukuran. Jumlahnya sekitar 300 macam batuan marmer dan 20 macam batu pahatan atau biasa disebut kulitan.
Berkonsep Art of Stones, toko ini menjual batu marmer bernilai seni dengan aneka motif seperti berlian hingga mahkota.
"Kami lebih menonjolkan seni dari batu marmer," ungkap Owner Gajah Mada Stones, Randy Rahardian Limanjaya saat grand opening, Jumat (23/1/2026).
Tak hanya produk lokal. Koleksinya juga ada yang diboyong langsung dari sejumlah negara penghasil batuan alam. Mulai Tiongkok, Yunani, Italia, Madagaskar, Brazilia, hingga Ukraina.
"Semua ada," tandas pengusaha yang lekat disapa Koko Marmer ini.
Seperti koleksi Rhine Green tipe quartz finishing polish yang dominan warna hijau toska berserat krem. Granit berukuran 320x198 centimeter ini dibanderol dengan harga Rp8 juta.
Ada juga seri Himalayan berukuran 300x150 centimeter tipe onyx dengan finishing polish dibanderol dengan harga Rp2,5 juta. Hingga seri Sodalite tipe quartz finishing polish berukuran 301x198 centimeter dijual dengan harga Rp12 juta.
Ketiga seri tersebut merupakan granit marmer yang cocok diaplikasikan pada ruang utama karena motif marmer tersambung memberikan kesan elegan nan mewah. Tentu saja, untuk mendapatkan kesempurnaan sambungan motif harus membeli satu pasang.
Sementara untuk ruang dapur, warna lebih gelap bisa menjadi pilihan tersendiri. Seri Titanium Gold tipe granit finishing polish berukuran 337x200 centimeter dibanderol dengan harga terjangkau Rp2 juta. Pilihan lainnya adalah seri Magma Gold tipe granit finishing polish berukuran 315x188 centimeter yang dijual dengan harga Rp3 juta. Termurah ada seri Wyndham Grey marble seharga Rp1,5 juta berukuran 271x198 centimeter atau seri Travertine Dark Silver finishing honed berukuran 245x170 centimeter.
Nah, lalu apa perbedaan tipe dari seri batuan marmer tersebut? Ada tipe batu quartz, onyx, marble, travertine, dan granite.
Granite berasal dari lava gunung berapi yang sudah mendingin selama ribuan tahun sehingga menghasilkan batuan indah. Kuat dan cocok untuk area outdoor karena tahan noda dan panas. Sedangkan onyx seperti marmer dengan tipe batu kristal dan tembus cahaya.
Sementara marble dari batuan kapur dengan motif unik dan artistik. Cocok ditempatkan pada area ruang keluarga atau ruang tamu.
Travertine adalah tipe batuan mirip marmer yang khusus dan sedikit berlubang kecil-kecil untuk area outdoor dan berfungsi sebagai dinding menahan panas. Quartz merupakan batuan yang berasal dari Brazil dan India. Cocok digunakan di area outdoor.
Kadang pembeli tak sekadar melihat nilai estetika, tetapi beberapa juga mencocokkan dengan hitungan feng shui.
Demand Tinggi, Siap Ekspansi
Gajah Mada Stones di Jalan Bukit Telaga Golf Citraland merupakan cabang ketiga dengan toko utama di Sidoarjo. Sebuah perusahaan penyedia batu alam mewah, seperti marmer dan granit berkualitas tinggi untuk kebutuhan interior dan eksterior. Ada juga cabang di Jakarta dan akan merambah Malaysia dan Singapura.
Pengunjung melihat koleksi batu marmer di Gajah Mada Stones CitraLand Surabaya, Jumat (23/1/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Dalam pengembangan bisnis, sang pemilik menghadirkan konsep terbuka untuk mempelajari seni batu alam di tokonya.
"Datang tidak harus beli, mau belajar tentang seni batuan kita layani. Memang begitu konsepnya," ujar Randy.
Market marmer di Surabaya disebut sangat positif. Hampir sama dengan Jakarta dan pasar luar pulau. Dalam waktu dekat, ia berencana ekspansi bisnis lewat ekspor batu pahatan atau batu kulitan ke Malaysia dan Singapura.
"Ada tantangan buat kita, batu pahatan. Barangnya alam, tetapi untuk lekukannya pahatan manusia," terangnya.
Dari hitungan bisnis, permintaan barang lokal juga cukup tinggi. Salah satunya batu dari Ujung Pandang yang dinilai sebagai bahan baku batu alam terbaik. Namun soal komposisi penjualan, masih didominasi barang impor.
"Komposisi mungkin sekitar 70 persen barang impor, 30 persen barang lokal," ujarnya.
Batu marmer Itali paling banyak diminati. Hampir semua hotel bintang empat dan bintang lima di Indonesia memilih jenis ini. Sementara dari segi estetika, marmer Brazil yang dikenal keunikannya juga masih jadi pilihan. Kepada pembeli, ia menyarankan penggunaan tenaga ahli khusus untuk pemasangan.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang juga turut hadir pada peresmian toko menyambut baik kehadiran Gajahmada Stones yang dinilai menandai grafik pertumbuhan ekonomi di Surabaya.
"Apalagi industri properti di Surabaya lumayan berkembang," ujarnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dekorasi Batu Marmer Tak Lekang Zaman, Simbol Keanggunan dan Kemewahan
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Deasy Mayasari |