TIMES JATIM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk tahun 2026 melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada PT Pertamina.
Usulan kuota mencapai 20.480 metrik ton, meningkat dibandingkan kuota tahun 2025 yang sebesar 18.613 metrik ton.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat menyampaikan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat yang diperkirakan mencapai sekitar 1.700 metrik ton per bulan.
Pengajuan kuota tambahan itu telah disampaikan sejak akhir tahun 2025 dan saat ini masih dalam tahap usulan.
“Pada akhir 2025 kami sudah mengusulkan kebutuhan LPG 3 kilogram untuk 2026 sekitar 20.480 metrik ton. Secara aturan tidak ada batasan khusus, yang penting sesuai kebutuhan daerah,” ujar Agung, Jumat (23/1/2026).
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Bondowoso juga melakukan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan.
Koordinasi intensif dilakukan bersama Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), termasuk dengan mengusulkan tambahan kuota fakultatif.
Menurut Agung, kuota fakultatif tersebut berfungsi sebagai cadangan atau buffer stock dengan cara menarik jatah bulan berikutnya untuk digunakan sementara pada bulan dengan lonjakan kebutuhan tinggi.
“Biasanya menjelang hari besar keagamaan kami mengajukan tambahan kuota. Untuk Lebaran kali ini, kami usulkan dua kali lipat agar pasokan benar-benar aman,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di Bondowoso menjelang Lebaran tahun ini dalam kondisi aman dan terkendali. Situasi tersebut, kata Agung, berkaca pada pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya yang relatif stabil setelah penambahan kuota fakultatif dilakukan.
“Insya Allah stok aman dan harga tetap sesuai ketentuan, tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Terkait adanya laporan tabung LPG kosong di sejumlah wilayah, Agung menilai hal itu lebih disebabkan oleh kendala distribusi, bukan kekurangan pasokan. Pemkab Bondowoso terus berkoordinasi dengan Pertamina agar realisasi tambahan stok dapat segera dilakukan jika dibutuhkan.
Selain itu, pengawasan distribusi LPG bersubsidi akan diperketat menjelang hari besar keagamaan. Pemkab berencana membentuk tim gabungan yang melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengawasan akan kami tingkatkan. Tim gabungan akan turun langsung untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya.(*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Imadudin Muhammad |