TIMES JATIM, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengakui masih banyak rambu dan penunjuk arah jalan di wilayah Kabupaten Malang yang tidak layak dan belum memenuhi kebutuhan, terutama untuk mendukung keselamatan lalu lintas dan sektor pariwisata.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya aktivitas lalu lintas dan tingginya kunjungan wisata, khususnya ke kawasan Malang Selatan.
“Kalau ditanya apakah rambu kita kurang, jelas kurang. Bahkan sebagian rambu yang sudah terpasang juga kondisinya rusak. Belum lagi warning light, traffic light, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Eko.
Menurutnya, pelebaran sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Malang Selatan turut menuntut penambahan rambu lalu lintas dan penunjuk arah wisata yang lebih memadai. Apalagi, tingkat kunjungan wisata ke kawasan tersebut saat ini terus mengalami peningkatan.
Dishub Kabupaten Malang saat ini masih melakukan kajian dan pemetaan untuk mengetahui kebutuhan riil rambu lalu lintas di seluruh wilayah. Hasil kajian tersebut nantinya akan diusulkan kepada Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar.
“Pengadaan rambu itu tidak murah. Satu rambu kecil saja, mulai dari pengadaan sampai pemasangan, bisa mencapai Rp1,5 juta,” jelasnya.
Eko juga menjelaskan, standar rambu lalu lintas berbeda-beda tergantung kelas jalan. Rambu di jalan nasional, provinsi, dan kabupaten memiliki ukuran, tinggi, serta spesifikasi teknis yang tidak sama.
“Jalan nasional seperti Gondanglegi–Balekambang itu rambunya lebih besar dan tinggi. Tidak bisa disamakan dengan rambu jalan kabupaten. Semua ada standar teknisnya,” terangnya.
Untuk mengetahui kewenangan rambu, lanjut Eko, masyarakat bisa melihat dari logo yang tertera. Rambu milik kabupaten, provinsi, dan nasional memiliki penanda yang berbeda sesuai kewenangannya.
Saat ini, Dishub Kabupaten Malang memperkirakan baru sekitar 30 persen rambu lalu lintas yang terpasang dari total kebutuhan ideal. Angka tersebut dinilai masih jauh dari cukup, terutama untuk mendukung keselamatan pengguna jalan dan pengembangan wisata daerah.
“Daya dukung wisata kita luar biasa. Tapi rambu penunjuk arah dan keselamatan harus sebanding. Saat ini masih kita hitung, kebutuhannya berapa, dan tentu bertahap akan kita penuhi,” pungkas Eko. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |