https://jatim.times.co.id/
Wisata

Mengenal Monumen Peniwen Affair, Cagar Budaya Sarat Sejarah di Kabupaten Malang

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:07
Mengenal Monumen Peniwen Affair, Cagar Budaya di Kabupaten Malang  yang Sarat Sejarah Salah satu cagar budaya Kabupaten Malang, Monumen Peniwen Affair yang ada di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang)

TIMES JATIM, MALANG – Kabupaten Malang tidak hanya menyimpan kekayaan alam dan wisata, tetapi juga jejak sejarah perjuangan bangsa. Salah satu cagar budaya yang menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan pada masa agresi militer Belanda adalah Monumen Peniwen Affair, yang berada di Desa Peniwen, Kabupaten Malang.

Berdasarkan data Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center (MATIC) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Monumen Peniwen Affair dibangun untuk mengenang peristiwa pembantaian para pejuang kesehatan Palang Merah Remaja (PMR) oleh penjajah Belanda pada tahun 1949.

Peristiwa kelam itu terjadi saat Belanda mulai memasuki wilayah Malang Raya. Desa-desa kecil, termasuk Desa Peniwen, menjadi sasaran serangan militer. Penjajah Belanda menghujani wilayah tersebut dengan tembakan meriam, disertai tindakan represif terhadap warga sipil. Warga Desa Peniwen ditangkap, disiksa, bahkan mengalami kekerasan seksual dengan dalih pencarian pemberontak yang disebut-sebut bersembunyi di wilayah tersebut.

Namun, alasan tersebut diduga hanya menjadi kedok. Belanda sebenarnya tengah mencari seorang pendeta yang memperjuangkan hak-hak warga Desa Peniwen, sosok yang dianggap membahayakan kekuasaan kolonial kala itu.

Puncak tragedi terjadi pada 19 Februari 1949, ketika pasukan Belanda mendatangi Rumah Sakit Panti Husodho, fasilitas kesehatan yang digunakan untuk merawat korban peperangan. Di tempat itulah kekejaman penjajah mencapai titik paling tragis.

Para tentara Belanda merusak sarana dan prasarana rumah sakit, kemudian menyeret sejumlah tenaga kesehatan yang merupakan anggota Palang Merah Remaja (PMR). Mereka dipaksa jongkok dan diinterogasi secara brutal mengenai keberadaan pendeta yang dicari. Tanpa melalui proses apa pun, para pejuang kesehatan itu akhirnya ditembak mati.

Tragedi tersebut meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi warga Peniwen, tetapi juga bagi sejarah kemanusiaan di Kabupaten Malang. Untuk mengenang peristiwa tersebut, Bupati Malang pada masa itu membangun Monumen Peniwen Affair sebagai simbol penghormatan kepada para korban dan pengingat atas kekejaman penjajahan.(*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.