TIMES JATIM – Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang menutup rangkaian workshop pengembangan sistem pembelajaran dengan menggelar sesi pendampingan intensif pada Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan pamungkas ini menitikberatkan pada penguatan pembelajaran praktik di tiap program studi dan dipandu langsung oleh pakar pendidikan, Prof. Drs. Bernardinus Maria Purwanto, M.B.A., Ph.D.
Sesi tersebut merupakan kelanjutan dari workshop yang berlangsung sehari sebelumnya, Jumat (30/1/2026), yang membahas dua aspek utama, yakni perumusan kebijakan serta penerapan teknis di lapangan.
Pada hari pertama, Prof. Bernardinus menguraikan kerangka filosofis dan kebijakan pengembangan sistem pembelajaran, yang kemudian diperdalam melalui pendampingan teknis selama kurang lebih lima jam di hari berikutnya.
Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektorat, LPM, para dekan, ketua program studi, dosen tetap, hingga perwakilan unit administrasi akademik.

Dalam pembukaannya, Prof. Bernardinus menegaskan pentingnya menghubungkan kebijakan institusi dengan praktik nyata di ruang kelas.
“Kebijakan yang telah dirumuskan perlu diterjemahkan menjadi langkah-langkah operasional di setiap program studi. Hari ini kita fokus pada penyusunan modul, sistem evaluasi kinerja, serta mekanisme umpan balik yang efektif untuk pembelajaran praktik,” ujarnya.
Workshop berlangsung dinamis melalui diskusi kelompok dan coaching clinic. Para peserta diminta merancang cetak biru sistem pembelajaran praktik untuk mata kuliah masing-masing, sembari mendapatkan arahan langsung dari fasilitator utama.
Interaksi yang intens mencerminkan tingginya kebutuhan dosen terhadap pendampingan teknis dalam merancang pembelajaran berbasis praktik.
Salah satu peserta, Prof. Dr. Ir. Aloisiyus Maria Kukuk Yudiono, M.M.S., yang juga menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik, menilai kehadiran pakar eksternal memberikan nilai tambah signifikan.
“Pendampingan ini sangat berharga. Tidak hanya menyajikan konsep, tetapi juga membuka ruang diskusi kritis untuk mengevaluasi sekaligus memperbarui sistem yang sudah berjalan,” ungkapnya.
Rangkaian workshop ditutup dengan penyusunan komitmen bersama serta penetapan linimasa implementasi di tingkat program studi.
Melalui langkah ini, UKWK Malang menegaskan keseriusannya dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. (*)
| Pewarta | : TIMES Magang 2025 |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |