TIMES JATIM, SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo genap berusia 167 tahun pada 31 Januari 2026. Peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus bertumbuh dan berbenah.
Salah satu wujud nyatanya adalah wajah baru Alun-alun Sidoarjo yang dihadirkan sebagai kado untuk masyarakat.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa alun-alun tersebut bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi ruang publik yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas warga.
“Alun-alun ini merupakan kado untuk masyarakat yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Saya titip ini untuk dijaga bersama,” ujar Subandi usai memimpin upacara Harjasda ke-167 di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026).
Selain pembenahan ruang publik, Pemkab Sidoarjo juga terus merealisasikan berbagai program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menyiapkan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.

“Pada tahun 2026 ada beasiswa pendidikan tinggi dan beasiswa yatim untuk anak SD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, dengan kuota sebanyak 4.000 penerima,” ungkapnya.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan dan fasilitas pendukung perekonomian rakyat terus digenjot. Hingga akhir tahun 2025, tercatat 13 ruas jalan sepanjang 12,67 kilometer telah dilakukan betonisasi.
Memasuki tahun 2026, penguatan infrastruktur dilanjutkan melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang difokuskan pada percepatan perbaikan jalan serta infrastruktur skala kecil di 18 kecamatan.
Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara berkelanjutan melalui normalisasi 10 sungai, optimalisasi sistem drainase, serta percepatan pembangunan rumah pompa di sejumlah titik rawan genangan.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 mencapai Rp 18,89 triliun atau 155,84 persen dari target, tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun 2024,” tambah Subandi.
Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian. Pada tahun 2025, Pemkab Sidoarjo meraih Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI, sekaligus menempatkan Sidoarjo dalam Top 7 Nasional kategori pemerintah kabupaten.
“Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Syaiful Bahri |
| Editor | : Faizal R Arief |