https://jatim.times.co.id/
Berita

Dinkes Kota Malang Siap Gelar ORI Campak Awal Februari 2026, Sasar 23.446 Anak

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:51
Dinkes Kota Malang Siap Gelar ORI Campak Awal Februari 2026, Sasar 23.446 Anak Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang (Dinkes Kota Malang) memastikan kesiapan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak pada awal Februari 2026 guna meminimalkan penyebaran penyakit tersebut. Imunisasi massal ini dijadwalkan berlangsung pada 6 Februari 2026.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, ORI dilakukan untuk mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat. Menurutnya, cakupan imunisasi minimal 75 persen sangat penting untuk menekan risiko penularan campak.

“Kalau minimal 75 persen sudah tervaksinasi, maka herd immunity bisa tercapai dan risiko penularan akan berkurang. Imunisasi direncanakan pada 6 Februari 2026,” ujar dr Husnul, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, penyebaran campak dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya imunisasi yang belum lengkap, kondisi gizi yang kurang baik, serta pengaruh lingkungan yang tidak sehat. 

“Campak memiliki gejala khas berupa demam disertai munculnya ruam merah yang diawali dari belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah hingga area pundak dan punggung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Miefta Eti Winindar, menyampaikan bahwa ORI campak ditargetkan menyasar 23.446 anak dengan rentang usia sembilan bulan hingga kurang dari 13 tahun.

“ORI campak bertujuan membentuk kekebalan secara cepat sekaligus memutus rantai penularan yang lebih luas. Karena itu, imunisasi diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya,” jelas Miefta.

Terkait sebaran kasus, Dinkes Kota Malang mencatat temuan campak di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Buring dan Kelurahan Kedungkandang di Kecamatan Kedungkandang, serta Kelurahan Tanjungrejo di Kecamatan Sukun. Pelaksanaan ORI akan difokuskan di wilayah tersebut guna membendung penyebaran dan mempercepat pemutusan kasus.

“Di Kelurahan Buring terdapat dua kasus dengan hubungan epidemiologi, Kelurahan Kedungkandang dua kasus dengan hubungan epidemiologi, dan Kelurahan Tanjungrejo tiga kasus, dua di antaranya memiliki hubungan epidemiologi,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.