TIMES JATIM, MALANG – Minat generasi muda terhadap penggunaan kain wastra Nusantara masih tergolong terbatas. Cenderung muncul hanya pada momen-momen tertentu, seperti acara resepsi atau pernikahan. Hal tersebut diungkap oleh Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Malang Raya.
Ketua KCBI Malang Raya, Siska Sayekti, mengatakan, dalam pengamatannya, tren penggunaan kain wastra di kalangan anak muda mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai, dalam beberapa waktu terakhir, kain tradisional sudah mulai digunakan oleh generasi muda, khususnya pada acara resepsi atau pernikahan.
“Seperti yang saya lihat akhir-akhir ini di wedding atau resepsi, anak-anak muda itu sudah mulai berkain. Mudah-mudahan ke depan ini semakin berkembang,” katanya.
Namun demikian, Siska menegaskan bahwa tujuan utama KCBI bukan sekadar mendorong penggunaan kain pada acara tertentu, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.
“Keinginan kami adalah memakai kain setiap hari. Dari KCBI memang fokusnya pada kain. Jadi atasannya bisa bebas, bisa kaos, blus, atau lainnya, yang penting aktivitas sehari-hari tetap nyaman,” jelasnya.
Salah satu upaya yang dilakukan komunitasnya untuk menarik minat generasi muda adalah dengan memberikan edukasi dan tutorial berkain yang praktis serta nyaman.
“Dengan kita memberikan tutorial-tutorial bagaimana berkain keseharian dengan mudah dan nyaman, itu membuat generasi muda lebih bersemangat untuk memakainya,” ujar Siska.
Ia menambahkan, kain yang dipromosikan oleh KCBI tidak terbatas pada batik saja, melainkan mencakup berbagai jenis wastra Nusantara seperti tenun, tapis, dan kain tradisional lainnya.
“Kain-kain ini adalah produksi dalam negeri, hasil UMKM Indonesia. Jadi selain melestarikan budaya, kita juga ikut mengangkat dan mendukung UMKM di negara ini,” tegas Siska.
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye berkain, KCBI Malang Raya berharap generasi muda semakin sadar bahwa kain wastra Nusantara tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga relevan dan nyaman digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Faizal R Arief |