TIMES JATIM, PACITAN – Institut Agama Islam atau IAI Attarmasi Pacitan menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 dengan pendekatan yang menekankan mutu akademik dan daya saing lulusan.
UAS yang dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 22–24 Januari 2026, dirancang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan mengacu pada kurikulum Outcome Based Education (OBE).
Wakil Rektor Pelaksana Harian IAI Attarmasi Pacitan, Dr. Ali Mufron, menegaskan bahwa soal-soal UAS kali ini tidak lagi berorientasi pada hafalan semata. Seluruh instrumen evaluasi telah disusun untuk mendorong kemampuan analisis, sintesis, dan pemecahan masalah mahasiswa.
“Soal yang digunakan untuk UAS ganjil ini sudah berbasis HOTS dan disusun sesuai kurikulum OBE. Harapannya, mahasiswa IAI Attarmasi Pacitan memiliki daya saing unggul dan kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Ali Mufron saat ditemui di sela-sela pelaksanaan UAS.

Menurutnya, UAS bukan sekadar rutinitas akademik di akhir semester, melainkan bagian penting dari sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi.
Melalui ujian ini, dosen dan institusi dapat menilai sejauh mana Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) benar-benar tercapai.
“UAS ini tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar ingin mengukur CPL dan CPMK mahasiswa. Dari sini kita bisa melihat apakah proses pembelajaran selama satu semester sudah berjalan efektif atau belum,” tegasnya.

Selain aspek akademik, pihak rektorat juga menekankan pentingnya sikap dan etika mahasiswa selama ujian berlangsung. Mahasiswa diminta menjaga kondusivitas kelas, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta mematuhi seluruh tata tertib yang telah ditetapkan.
“Mahasiswa ditekankan untuk menjaga kondusivitas kelas dan disiplin selama ujian. Ini bagian dari pembentukan karakter akademik yang tidak kalah penting dari aspek kognitif,” tambah Ali Mufron.
Sementara itu, Ketua Panitia UAS Ganjil TA 2025–2026, Domi Cahyo Damai, menjelaskan bahwa UAS kali ini diikuti oleh seluruh mahasiswa IAI Attarmasi Pacitan dari tiga fakultas, yakni Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
“UAS dilaksanakan pada 22 sampai 24 Januari 2026 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari tiga fakultas. Setiap fakultas melaksanakan UAS untuk 10 mata kuliah yang telah dijadwalkan,” jelas Domi.
Ia menambahkan, setiap mata kuliah dialokasikan waktu pengerjaan selama 60 menit. Waktu tersebut dinilai cukup untuk mengerjakan soal-soal berbasis HOTS yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar jawaban singkat.
“Setiap soal dikerjakan selama 60 menit. Dengan model soal seperti ini, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis, sistematis, dan mampu mengaitkan teori dengan konteks nyata,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, panitia juga menerapkan sejumlah ketentuan teknis untuk menjaga ketertiban dan integritas ujian. Mahasiswa diwajibkan membawa kartu ujian dan identitas diri, serta dilarang membawa telepon genggam maupun barang lain yang tidak diperlukan ke dalam ruang ujian.
“Mahasiswa wajib menaati tata tertib, seperti membawa kartu ujian, tidak membawa handphone, dan tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan saat UAS,” tegas Domi.
Menariknya, UAS Ganjil IAI Attarmasi Pacitan juga dilaksanakan dengan sistem display soal menggunakan media PowerPoint. Metode ini dinilai lebih efektif dan efisien, sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pembelajaran di perguruan tinggi.
“UAS dilaksanakan dengan bentuk display soal melalui PowerPoint. Ini bagian dari upaya kami untuk terus beradaptasi dengan metode pembelajaran dan evaluasi yang lebih modern,” ujarnya.
Domi menegaskan bahwa UAS merupakan bentuk evaluasi pembelajaran yang memiliki posisi strategis dalam sistem akademik kampus. Hasil UAS tidak hanya menentukan nilai akhir mahasiswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi dosen dan institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan.
“UAS adalah bentuk evaluasi pembelajaran pada setiap mata kuliah yang ditempuh oleh mahasiswa. Dari sini kita bisa melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan UAS berbasis HOTS dan OBE ini, IAI Attarmasi Pacitan berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian masyarakat. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |