TIMES JATIM, MALANG – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan dengan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang saat ini terbanyak di Jawa Timur berada di wilayah Malang Raya.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, mengatakan pengembangan SPKLU merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam menurunkan emisi karbon serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
“Ketika masyarakat berkenan beralih dari internal combustion engine ke kendaraan listrik, itu secara langsung membantu pemerintah meminimalkan emisi gas karbon. PLN siap mendukung penuh dari sisi pengecasan,” ujar Agung, Kamis (22/1/2026).
Sebagai penguatan infrastruktur, PLN telah meresmikan SPKLU Center Malang yang dilengkapi 11 nozzle. Fasilitas tersebut terdiri atas empat mesin fast charging berkapasitas 180 kW serta satu mesin berkapasitas 60 kW dengan tiga nozzle. Keberadaan SPKLU Center ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan pengguna mobil listrik.
“Ini menjadi informasi berharga, khususnya bagi wisatawan. Mereka tidak perlu lagi khawatir soal pengecasan mobil listrik saat berkunjung ke Malang,” ungkapnya.

Berdasarkan data PLN UID Jawa Timur, Malang Raya saat ini memiliki 56 unit SPKLU yang tersebar di berbagai titik strategis, tertinggi di Jawa Timur. Jumlah tersebut melampaui daerah lain seperti Madiun (42 unit), Pasuruan (38 unit), Surabaya (37 unit), dan Bojonegoro (22 unit). Secara keseluruhan, terdapat 288 unit SPKLU yang tersebar di 152 lokasi di Jawa Timur.
Agung menambahkan, bahkan sebelum diresmikan, SPKLU Center Malang telah mencatat rata-rata 25 hingga 40 kendaraan listrik melakukan pengisian daya setiap hari, dari pagi hingga malam. Tingginya aktivitas tersebut menunjukkan kebutuhan dan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat.
“Malang ini kota wisata. Pengguna kendaraan listrik bisa mengecas sambil berjalan-jalan, misalnya ke kawasan Kayutangan Heritage. Ke depan, di area belakang SPKLU Center juga akan dibangun EV Lounge,” jelasnya.
Selain pengisian daya di ruang publik, PLN juga menyiapkan dukungan home charging bagi pemilik mobil listrik. Masyarakat dapat memasang fasilitas pengisian daya di rumah dengan kapasitas 7.700 watt atau 10.600 watt, sesuai kebutuhan. Program ini dilengkapi dengan diskon layanan yang berlaku hingga Juni 2026.
“Dengan home charging, masyarakat bisa memiliki ‘SPBU’ sendiri di rumah. PLN siap menyokong penuh, baik fasilitas di jalan, rest area, maupun di rumah,” katanya.
Saat ini, dari 56 lokasi SPKLU di Malang Raya, tercatat rata-rata sekitar 800 transaksi pengisian daya per hari. PLN juga mengelola SPKLU di rest area Tol 84A dan 84B yang menjadi titik strategis bagi pengguna kendaraan listrik yang masuk dan keluar dari Kota Malang.
“Ketika baterai kendaraan listrik sudah di kisaran 20 persen, pengguna bisa terlebih dahulu melakukan pengecasan di rest area sebelum melanjutkan perjalanan,” tuturnya.
Agung juga menyinggung capaian Kota Malang yang disebut sebagai salah satu kota terbersih di Asia Tenggara. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pembangkit listrik tenaga air, infrastruktur kelistrikan yang kuat dengan 10 gardu induk, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik.
“Ini sejalan dengan komitmen seluruh manajemen PLN untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik sebagai langkah transisi energi menuju net zero emission 2060, yang bahkan ditargetkan bisa dipercepat pada 2045,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |