TIMES JATIM, SURABAYA – DPD Partai Golkar Jawa Timur tengah memacu penuntasan Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat kabupaten/kota sebagai langkah konsolidasi mesin partai di awal tahun 2026.
Hingga saat ini, partai berlambang pohon beringin tersebut mengklaim telah merampungkan mayoritas agenda suksesi di tingkat daerah.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menjelaskan bahwa pihaknya kini menyisakan tiga daerah lagi untuk mencapai target tuntas pada akhir bulan ini.
"Kalau hari ini kita hitung, berarti tinggal tiga. Berarti sudah 35 (yang selesai) dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Itu nanti Bangkalan, Sumenep, sama Kabupaten Pasuruan. Insya Allah Januari selesai, tanggal 24 Bangkalan," ujar Ali Mufthi, Kamis (22/1/2026).
Menariknya, Musda Pamekasan terpaksa dialihkan pelaksanaannya ke Kantor DPD Golkar Jatim di Surabaya.
Ali menegaskan perpindahan lokasi ini bukan disebabkan oleh adanya konflik internal di daerah, melainkan murni demi efektivitas koordinasi.
"Ya, biar konsolidasinya lebih baik. Lebih soft, lebih mudah untuk kita konsolidasikan. Kalau sulitnya enggak, cuma kita lebih efektif saja," ujarnya terkait pemindahan lokasi di Surabaya.
Di sela pembahasan Musda, Ali Mufthi juga memberikan klarifikasi tegas mengenai posisi partai menyusul mencuatnya kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret nama Wali Kota Madiun, Maidi.
Ia menegaskan bahwa Golkar tidak memiliki keterkaitan politik dengan Maidi pada kontestasi Pilkada 2024 lalu.
"2024 kita tidak mengusung Pak Maidi. Kita (mengusung) Pak Bagus Rizki sama Boni Laksmana. Jadi soal Maidi, kita tidak langsung (terkait)," tegas Ali sebagai upaya menjaga jarak dari isu hukum yang sedang berkembang. (*)
| Pewarta | : Zisti Shinta Maharani |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |