https://jatim.times.co.id/
Ekonomi

Bupati Sanusi Ajak Warga Kabupaten Malang Pilah Sampah dari Rumah

Senin, 02 Februari 2026 - 15:27
Bupati Sanusi Ajak Warga Kabupaten Malang Pilah Sampah dari Rumah Bupati Malang HM Sanusi. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mengajak seluruh warga Malang untuk bisa memilah sampah dari rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Pihaknya Juga meminta berbagai organisasi yang ada di Bumi Kanjuruhan ini untuk terlibat aktif dalam kampanye pemilahan sampah sejak dari rumah. Sanusi menegaskan, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Malang.

“Semua organisasi bisa ambil peran untuk edukasi pada masyarakat agar masyarakat tidak membuang sampah ke TPA. Tapi di tempat yang disiapkan di rumah-rumah masyarakat,” ujar Sanusi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah pemanfaatan biopori di lingkungan rumah tangga untuk mengolah sampah organik. Sampah seperti daun kering dan sisa makanan dapat langsung ditanam di lubang biopori.

“Yang namanya biopori, kalau dulu namanya juglangan Itu sampah organik ditanam di situ. Yang daun, bekas-bekas sisa makanan ditanam di situ. Kalau sudah lama nanti jadi bubuk kompos. Pupuk untuk tanaman,” jelasnya.

Sementara itu, sampah non organik juga perlu dipilah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. “Yang lain, yang non organik, bisa dipilah bisa dijual,” tambah Sanusi.

Upaya pemilahan sampah dari rumah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengelola sampah non organik menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari sampah non organik yang tidak dapat didaur ulang dan dimanfaatkan oleh industri semen sebagai bahan pembakar.

Kabupaten Malang saat ini telah menjalin kerja sama dengan perusahaan semen nasional, seperti PT Semen Indonesia dan Indocement, untuk penyerapan RDF hasil olahan sampah. RDF tersebut dibeli oleh perusahaan semen dan digunakan sebagai substitusi bahan bakar fosil.

Pengelolaan sampah berbasis RDF ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah non organik yang berakhir di TPA, tetapi juga melahirkan potensi ekonomi baru bagi daerah. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi komoditas energi alternatif yang mendukung konsep ekonomi sirkular.

Dengan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah melalui pemilahan sampah, Pemkab Malang berharap sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dapat terwujud sekaligus memberi manfaat ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.