TIMES JATIM, MALANG – Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, PDI Perjuangan Kota Malang menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam membangun dan mencerdaskan generasi muda sebagai penerus bangsa.
PDI Perjuangan i menilai, anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan, melainkan harus hadir sebagai pelaku utama dalam menentukan arah masa depan.
Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, menegaskan bahwa generasi milenial dan Gen Z memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan kebangsaan. Namun potensi tersebut perlu diarahkan melalui ruang-ruang pengabdian yang nyata dan berkelanjutan.
“Anak muda harus terlibat langsung dalam kerja-kerja sosial dan kerakyatan. Politik bukan semata soal kekuasaan, tetapi tentang keberanian mengambil tanggung jawab sosial dan keberpihakan pada rakyat,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, PDI Perjuangan Kota Malang membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak muda yang ingin berkontribusi melalui berbagai bidang, mulai dari kegiatan sosial, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, hingga kerja-kerja organisasi yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Menurutnya, partai tidak ingin potensi generasi muda berhenti sebatas gagasan atau wacana. Karena itu, ruang-ruang aktualisasi disiapkan agar ide, kreativitas, dan kepedulian anak muda dapat tumbuh menjadi aksi dan karya nyata yang berdampak.
“Ini bukan sekadar soal kaderisasi partai. Yang kami bangun adalah generasi muda yang kritis, solutif, dan berjiwa gotong royong,” tegasnya.

Sebagai wujud keseriusan tersebut, PDI Perjuangan Kota Malang menyiapkan beragam wadah yang dapat diakses sesuai minat dan latar belakang anak muda.
Taruna Merah Putih menjadi ruang pembinaan bagi pelajar SMA dan mahasiswa, sementara Repdem menjadi tempat dialog dan gerakan bagi anak muda yang peduli pada isu demokrasi, sosial, dan kerakyatan.
Pendalaman nilai ideologi dan semangat perjuangan partai juga disemai melalui Banteng Muda Indonesia (BMI). Di sisi lain, anak muda yang bergerak di sektor UMKM dan ekonomi kreatif dapat mengembangkan diri melalui BPEK.
“Bagi yang memiliki kepedulian di bidang kemanusiaan dan kebencanaan, ada Baguna. Sementara latar belakang hukum dan advokasi rakyat kecil terwadahi di BBHAR. Untuk pegiat seni dan budaya, kami siapkan ruang ekspresi di BKN,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan anak muda dalam PDI Perjuangan tidak dimaknai sebagai upaya menarik mereka ke dalam politik praktis semata. Lebih dari itu, partai ingin menumbuhkan kesadaran bahwa politik adalah alat pengabdian dan sarana memperjuangkan kepentingan rakyat secara bermartabat.
Amithya pun mengajak generasi milenial dan Gen Z Kota Malang yang memiliki energi, ide, dan kepedulian sosial untuk tidak ragu mengambil bagian. PDI Perjuangan Kota Malang membuka ruang kebersamaan bagi anak muda yang ingin belajar, berdiskusi, dan mengabdi.
“Anak muda bisa datang langsung ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang sebagai langkah awal untuk terlibat. Masa depan bangsa tidak lahir dari sikap diam, tetapi dari keberanian anak mudanya untuk bergerak dan mengambil peran,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Hainor Rahman |
| Editor | : Hainorrahman |