TIMES JATIM, MALANG – Warga Kota Malang digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dengan cara gantung diri di area pemakaman umum Betek, Jalan Mayjen Panjaitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (2/2/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.20 WIB oleh seorang warga yang tengah melakukan ziarah makam. Saat itu, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di sebuah pohon di area pemakaman.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.
“Sekitar pukul 07.20 WIB, seorang warga yang sedang ziarah melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon. Selanjutnya saksi melapor ke warga lainnya dan diteruskan ke Polsek Klojen,” ujar Lukman, Senin (2/12/2026).
Tidak lama berselang, petugas dari Polsek Klojen bersama tim medis mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dilanjutkan dengan evakuasi jenazah serta pemeriksaan awal secara medis.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban diketahui mengenakan kaos oblong warna abu-abu dan celana kain warna hitam. Namun demikian, petugas tidak menemukan kartu identitas atau dokumen pribadi apapun pada tubuh korban.
“Korban mengenakan pakaian lengkap, kaos oblong warna abu-abu dan celana kain hitam. Tidak ditemukan identitas apapun pada korban,” ungkapnya.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk dilakukan visum luar. Bersamaan dengan itu, tim Inafis Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan identitas korban.
“Dari hasil pemeriksaan Inafis, korban diketahui berinisial ESR (34), warga asal Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Dugaan korban meninggal dunia akibat gantung diri diperkuat dengan kondisi awal saat ditemukan. Pasalnya, kedua tangan korban diketahui berada di area leher yang terikat tali.
Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif atau penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya. Polisi juga masih menunggu kehadiran pihak keluarga korban untuk keperluan pemeriksaan lanjutan.
“Kami masih mendalami motif kejadian ini dan menunggu pihak keluarga korban. Setelah keluarga datang, baru kami lakukan klarifikasi dan melengkapi proses pemeriksaan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Satpam di dekat TKP, Prayitno menyebut bahwa sebelum dievakuasi jenazah korban sudah mengeluarkan bau tidak sedap dengan jarak sekitar 3 meter.
Saat ditemukan, posisi jenazah tergantung menghadap arah ke utara tepat di atas makam. Perkiraan, korban telah mengakhiri hidupnya sejak malam, Minggu (1/2/2026) kemarin. (*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |