https://jatim.times.co.id/
News Commerce

FTTR dan Internet Hotel Modern: Membangun Infrastruktur Premium di Tiap Kamar

Senin, 02 Februari 2026 - 13:40
FTTR dan Internet Hotel Modern: Membangun Infrastruktur Premium di Tiap Kamar Ilustrasi. FTTR dan internet hotel modern: membangun infrastruktur premium di tiap kamar (Foto: Varnion)

TIMES JATIM, JAKARTA – Bagi tamu, internet hotel sekarang rasanya sama pentingnya dengan kasur yang nyaman. Mereka datang bukan cuma bawa koper, tapi juga smartphone, laptop kerja, tablet, sampai smart TV di kamar yang semuanya minta jatah Wi-Fi. Streaming film, video call kantor, kirim file besar, plus perangkat IoT di area hotel pelan-pelan “menghabiskan” kapasitas jaringan lama.

Untuk mengejar standar baru ini, makin banyak hotel mempertimbangkan FTTR (Fiber to the Room) — pendekatan di mana fiber ditarik sampai ke kamar, sehingga internet hotel bisa diatur, diukur, dan di-upgrade layaknya aset utama bisnis, bukan sekadar fasilitas pelengkap.

Dari Koridor ke Kamar: Peran FTTR dalam Internet Hotel

Apa Itu FTTR dan Kenapa Penting untuk Hotel?

FTTR (Fiber to the Room) adalah konsep di mana serat optik tidak berhenti di ruang teknis atau koridor, tapi benar-benar masuk sampai ke dalam kamar.

Bedanya dengan jaringan biasa:

  • Jaringan konvensional: fiber berhenti di satu titik, lalu disebar lagi pakai kabel tembaga atau Wi-Fi koridor.
  • FTTR: fiber diteruskan ke ONT mini di tiap kamar, lalu dari situ disambungkan ke Wi-Fi in-room, IPTV, telepon IP, dan perangkat lain.

Dampaknya:

  • Kecepatan lebih dari 500 Mbps hingga 1 Gbps di setiap ruangan
  • Latensi rendah
  • Sinyal Wi-Fi lebih merata di dalam kamar

Bagi hotel, ini berarti tamu mendapatkan pengalaman internet yang konsisten, sementara manajemen punya fondasi jaringan yang siap untuk kebutuhan digital beberapa tahun ke depan.

FTTR dalam Angka: Penghematan Perangkat dan Konsumsi Listrik di Hotel

1. Penghematan dari ruang jaringan & listrik

Di desain lama, misalnya ada 1 MDF + 4 IDF (tiap lantai 1 ruang jaringan) dengan 1 switch PoE + pendingin di setiap IDF.
Dengan FTTR, sering cukup 1 MDF + 1 IDF karena distribusi dilakukan lewat fiber dan ONT di kamar.

  • Konsumsi satu IDF (switch + pendingin): kira-kira ±450 W
  • Sebelumnya: 4 IDF → ±1.800 W
  • Sesudah FTTR: 1 IDF → ±450 W

Selisih ≈ 1,35 kW nonstop
→ dalam setahun ≈ 11.800 kWh
→ dengan tarif ±Rp 1.500/kWh ≈ Rp 17–18 juta/tahun penghematan listrik, hanya dari berkurangnya ruang jaringan & perangkat aktif.

Angka ini sejalan dengan studi vendor (Corning, dkk.) yang menunjukkan FTTR bisa memangkas jumlah closet/telecom room dan kebutuhan power + cooling di jaringan backbone hotel.

2. Penghematan dari perangkat

Mengurangi 3 IDF berarti:

  • 3 switch PoE 48-port yang tidak perlu dibeli (atau tidak perlu diganti saat refresh berikutnya).
  • Harga switch kelas SMB/enterprise umumnya di kisaran Rp 8–11 juta per unit.

Artinya, ada potensi penghematan ±Rp 25–30 juta per siklus penggantian perangkat, di luar efisiensi listrik tadi.

Saatnya Melihat Internet Hotel sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya

Pada akhirnya, FTTR bukan sekadar “ganti kabel”, tapi cara baru untuk memastikan tamu mendapat koneksi yang cepat dan stabil di setiap kamar, meringankan kerja tim operasional dan penghematan listrik, jaringan yang rapi, dan lebih siap menghadapi kebutuhan digital 5–10 tahun ke depan.

Bersama Varnion, Anda dapat merancang arsitektur FTTR yang sesuai dengan layout dan keas hotel, menghitung kebutuhan kapasitas serta proyeksi efisiensi biayanya, hingga mengimplementasikan fiber sampai ke kamar dengan gangguan operasional seminimal mungkin. Segera hubungi tim Varnion melalui WhatsApp 0851-7416-6850 untuk mendapatkan solusi FTTR yang paling tepat bagi hotel anda! (D)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.