TIMES JATIM, MALANG – Peringatan Mujadalah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, 7-8 Februari 2025 mendatang, memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat okupansi hotel melonjak tajam sejak awal Februari 2026 dan kini mendekati angka penuh.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, tingkat okupansi hotel terus mengalami kenaikan seiring mendekatnya pelaksanaan Harlah 1 Abad NU yang dipusatkan di Stadion Gajayana.
“Okupansi kami terus naik sampai sekarang. Di awal Februari sudah mulai terlihat, dan saat ini sudah di kisaran 80 sampai 90 persen, bahkan hampir 100 persen di beberapa hotel,” ujar Agoes, Senin (2/2/2026).
Menurut Agoes, perhelatan Harlah 1 Abad NU yang diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu peserta membuat seluruh pelaku perhotelan di Kota Malang harus bersiap maksimal menerima kunjungan tamu dari berbagai daerah.
“Kami sudah koordinasi dan memastikan semua hotel siap. Apalagi pesanan kamar masuk langsung dalam jumlah besar, terutama hotel-hotel yang lokasinya dekat dengan Stadion Gajayana,” ungkapnya.
Ia mengakui, Januari hingga Februari biasanya menjadi periode low season bagi industri perhotelan. Namun, adanya kegiatan besar berskala nasional seperti Harlah 1 Abad NU justru menjadi momentum kebangkitan okupansi hotel di Kota Malang.
“Target kami biasanya Januari–Februari memang rendah, tapi dengan adanya kegiatan ini okupansi langsung naik. Jadi kami harus benar-benar siap,” jelasnya.
Selain menyiapkan fasilitas, PHRI Kota Malang juga mendorong hotel-hotel untuk menghadirkan promo dan voucher kamar khusus bagi tamu yang datang dalam rangka Harlah 1 Abad NU.
Salah satunya disampaikan Ratna, General Manager Hotel Aria Gajayana. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini tingkat reservasi kamar di hotelnya telah mencapai 80 persen, dengan sebagian besar pemesanan dilakukan jauh hari sebelumnya.
“Kami memberikan promo spesial berupa harga Deluxe Rp675.000 nett per kamar per malam, sudah termasuk sarapan pagi untuk dua orang,” kata Ratna.
Keunggulan lokasi juga menjadi daya tarik tersendiri. Hotel Aria Gajayana, lanjut Ratna, hanya berjarak sekitar dua menit berjalan kaki menuju Stadion Gajayana sebagai lokasi utama acara.
Ratna menilai, pelaksanaan Harlah 1 Abad NU membawa dampak positif tidak hanya bagi sektor perhotelan, tetapi juga bagi perekonomian dan pariwisata Kota Malang secara keseluruhan.
“Event ini memperkuat citra Kota Malang, tidak hanya sebagai kota pariwisata, pendidikan, dan industri, tetapi juga sebagai kota religius yang aman dan damai,” tuturnya.
Ia menegaskan, Hotel Aria Gajayana selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh tamu yang berkunjung ke Kota Malang, khususnya saat berlangsungnya event-event besar berskala nasional.
“Hotel kami selalu siap melayani dengan baik dan istimewa ke semua tamu yang berkunjung ke Kota Malang,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |