Kopi TIMES

Masjid Pancasila: Pusat Kegiatan Mahasiswa

Senin, 16 Oktober 2023 - 18:46
Masjid Pancasila: Pusat Kegiatan Mahasiswa Anik Sajawi (Alumnus Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember.

TIMES JATIM, JEMBER – Masjid Pancasila yang terletak di UIN Kyai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember, memiliki sejarah dan peranan yang sangat penting dalam kehidupan kampus dan aktivitas mahasiswa. Masjid ini diresmikan pada 17 November 1992, 10 tahun setelah Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila berdiri. Tepatnya 17 Februari 1982 oleh Presiden Soeharto.

Kini setelah 31 tahun berlalu. Masjid ini tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial di kampus, selama tiga dekade terakhir. Saat Bunga, teman saya dari UIN Walisongo Semarang datang ke UIN Khas Jember dia pun memberikan atensi serius ketika masuk ke kompleks Kampus yang berada di Jalan Mataram, Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates.

Sebab Bunga yang juga sempat membuat riset tentang masjid ini menyebut jika UIN Khas Jember dan UIN Walisongo adalah salah dua dari 200 lembaga pendidikan baik pesantren, sekolah hingga Perguruan Tinggi yang memiliki Masjid Pancasila.
Masih dari data yang diungkapkan Bunga, hingga kini jumlahnya Masjid Pancasila tercatat sebanyak 999 unit. 

Ada tiga ukuran dalam pembangunan masjid ini menurut Bunga. Begitu pun perbedaan itu hanya berpengaruh ke luas bangunannya saja. Mulai yang berukuran 15 m x 15 m, 17m x 17m, dan ukuran 19 m x 19 m.

Sekedar informasi corak bangunan yang diadopsi oleh Masjid Pancasila meman kental dengan budaya Jawa. Bahkan jika melihat cungkup dari masjid ini nyaris miris seperti Masjid Agung Demak yang ada di Jawa Tengah. 

Bedanya bagian atas yang berbahan genteng terdapat tiga susun cungkup yang makin ke atas makin kecil dengan Lafadz Allah dalam tulisan Arab. Lalu di dalam bangunan masjid tidak ada tiang penyangga tengahnya. Atap bangunan masjid langsung bersandar pada tembok bangunan yang mengelilinginya.

Keluar dari Pakem Bangunan Masjid

Corak bangunan inilah yang membuat siapa saja yang baru melihat bangunan masjid ini akan tercuri perhatiannya lantaran melihat arsitekturnya yang keluar dari pakem masjid pada umumnya yang lebih mengadopsi corak bangunan timur tengah. Namun apapun yang terjadi, hingga saat ini di kedua kampus baik UIN Walisongo Semarang maupun UIN Khas Jember tetap mempertahankan bangunan aslinya.

Bahkan di UIN Khas Jember beberapa kali masjid ini sempat dilakukan upaya perbaikan. Namun pengamatan saya tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan oleh kampus saat prosesnya berlangsung. Termasuk di tahun 2022. Dimana seluruh genteng di atap masjid ini dilakukan penggantian menyeluruh lantaran saat hujan banyak genteng yang rusak hingga membuat kebocoran dan dikhawatirkan merusak struktur rangka atap masjid ini.

Saat ini berbagai kegiatan kajian mahasiswa selalu ramai terlihat di sekitar masjid ini. Baik di UIN Walisongo Semarang yang seperti diutarakan oleh Bunga. Meski diakui sejak awal berdirinya, Masjid Pancasila menjadi simbol akulturasi budaya dan agama di kampus. Meskipun didirikan di Era Presiden Soeharto, masjid ini tetap eksis digunakan untuk berbagai kegiatan.

Program Pemberdayaan

Masjid Pancasila juga menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dalam menjalankan ibadah, mengadakan pengajian, diskusi agama, dan berbagai kegiatan sosial. Selain itu, masjid ini juga sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan seminar, lokakarya, dan kegiatan keagamaan lainnya yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas.

Saya akui dalam perkembangannya, Masjid Pancasila tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan. Tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dan distribusi bantuan untuk masyarakat kurang mampu, serta program-program pemberdayaan masyarakat telah diinisiasi dan dilaksanakan melalui kerjasama antara masjid, mahasiswa, dan pihak lainnya.

Bagi saya, kehadiran Masjid Pancasila di UIN Jember telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan kualitas kehidupan beragama dan sosial mahasiswa. Masjid ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menjalankan ibadah, memperdalam pemahaman agama, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.

***

*) Oleh : Anik Sajawi (Alumnus Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.