TIMES JATIM, JAKARTA – Film horor Tolong Saya menjanjikan nuansa yang berbeda dengan film horor pada umumnya. Minim jumpscare tanpa melemahkan sisi seram.
Tolong Saya merupakan film kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan. Wajar saja yaa tampil dengan rasa yang berbeda.
Film ini mengambil ciri khas film dan drama korea, yaitu trauma psikologis yang memadukan mitos urban. Disisipkan kisah romansa cinta segi tiga yang menguras emosi.
Sinopsis
Tolong Saya atau Dowajoseyo mengikuti kisah Tania, mahasiswi asal Indonesia yang mengenyam pendidikan di negeri ginseng.
Hidupnya berubah saat ia terhubung dengan arwah penasaran Min Yong, sosok yang terikat dengan tragedi yang belum terungkap.
Tania mengalami berbagai gangguan yang intens hingga membuat realitas dan halusinasi makin kabur. Tania berusaha membantu arwah penasaran itu dengan mencari kebenaran di balik tragedi yang menimpa Min Yong.
Dalam pencariannya, Tania dibantu oleh dr Park Min Jae, dokter yang kemudian jatuh cinta pada Tania. Tak lama, muncul Dion, seorang yang memperumit keadaaan hingga menyeret Tania pada konflik batin.
Film Tolong Saya diperankan oleh Saskia Chadwick, Cinta Brian, Kim geba dan Kim Seo Young. Film horor psikologis ini sedang tayang di bioskop kesayangan Anda. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tolong Saya, Film Horor Indonesia-Korea Mencekam Minim Jumpscare
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |