TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Pencapaian angka kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tinggi di Kota Probolinggo ternyata dibarengi dengan kerja aktif memutakhirkan data. Tak ayal Kota kecil yang juga disebut Kota Mangga ini bmenerima Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Madya, dengan capaian cakupan kesehatan 99,58 persen dengan jumlah peserta 243.381 jiwa dan tingkat keaktifan peserta 89,58 persen, yakni sebanyak 218.949 jiwa
Penghargaan langsung diterima oleh Wali Kota dokter Aminuddin di Jakarta, Selasa (27/01/2026).
"Ini tidak hanya soal angka", ujar dokter Aminuddin dalam pernyataannya.
Ia menggarisbawahi bahwa upaya sistematis pemerintah daerah untuk memastikan data penerima bantuan iuran (PBI) sesuai kondisi riil masyarakat.
"Saat ini data PBI JKN dipengaruhi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk itu, Pemkot Probolinggo bersama BPS dan BPJS Kesehatan aktif melakukan penyesuaian data sesuai keadaan riil," jelas Aminuddin di Probolinggo, Rabu (28/01/2026)
Wali Kota Probolinggo saat foto bersama dengan para penerima penghargaan dalam UHC Award 2026 (Foto: Humas For TIMES Indonesia)
Komitmen pada data yang akurat ini menjadi kunci. Dengan total peserta 243.381 jiwa, upaya penyesuaian data dimaksudkan agar perlindungan kesehatan tepat sasaran dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan kriteria penghargaan yang mensyaratkan kelengkapan data penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah.
Wali Kota menyatakan bahwa cakupan kesehatan menyeluruh ini menjadi instrumen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang ujungnya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti, dalam penganugerahan penghargaan, menilai komitmen kepala daerah seperti di Probolinggo memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan program JKN secara nasional. Hingga Desember 2025, kepesertaan JKN telah mencapai lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. (*)
| Pewarta | : Sri Hartini |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |