https://jatim.times.co.id/
Berita

Revitalisasi Rampung, Alun-alun Merdeka Kota Malang Tampil Mbois dengan Air Mancur Gemerlap dan Wajah Sejarah

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:28
Revitalisasi Rampung, Alun-alun Merdeka Kota Malang Tampil Mbois dengan Air Mancur Gemerlap dan Wajah Sejarah Peresmian Alun-alun Merdeka Malang oleh Wali Kota Wahyu Hidayat dan jajaran forkopimda pada Rabu (28/1/2026). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANGWali Kota Malang, Wahyu Hidayat resmi membuka Alun-alun Merdeka, Rabu (28/1/2026) malam. Alun-alun yang telah rampung direvitalisasi tersebut, kini tampil dengan wajah baru yang lebih mbois dan modern, tanpa meninggalkan jejak sejarahnya. Kini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di jantung Kota Malang ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Alun-alun Merdeka merupakan salah satu landmark Kota Malang yang selalu menjadi tujuan warga Malang Raya maupun wisatawan. Karena itu, proses revitalisasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menghilangkan identitas sejarah yang melekat kuat.

“Selama 105 hari Alun-alun Merdeka direvitalisasi. Hari ini kita bisa melihat hasilnya, alun-alun yang mbois, gemerlap air mancur dengan sorotan lampu, mainan anak yang baru, dan ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Wahyu, Rabu (28/1/2026).

Peresmian-Alun-alun-Merdeka-Malang-a.jpg

Menurutnya, revitalisasi ini merupakan hasil kerja sama Pemkot Malang dengan Bank Jatim melalui program corporate social responsibility (CSR) dengan dana Rp5 miliar. Ia menegaskan, Alun-alun Merdeka tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi paru-paru kota dan ruang interaksi publik.

“Alun-alun ini salah satu RTH Kota Malang. Kita manfaatkan dan kita pertahankan agar bisa dinikmati masyarakat,” ungkapnya.

Wahyu juga menjelaskan, lamanya proses revitalisasi bukan tanpa alasan. Saat masih menjabat sebagai Pj Wali Kota, ia meminta agar konsep revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan masyarakat dan komunitas.

“Konsep awal sudah diajukan Bank Jatim, tapi saya ingin konsep ini kembali ke masyarakat Kota Malang. Komunitas kami undang agar revitalisasi ini tidak meninggalkan identitas alun-alun,” katanya.

Ia menekankan, Alun-alun Merdeka memiliki cerita panjang sebagai peninggalan era Belanda, dirancang sebagai RTH, sekaligus menjadi catatan sejarah toleransi antarumat beragama di Kota Malang. Oleh karena itu, seluruh artefak dan ciri khas kota tetap dipertahankan.

“Kita punya Balai Kota, Kayutangan, dan banyak sejarah peninggalan Belanda. Pembangunan alun-alun ini tidak boleh meninggalkan nilai sejarah itu. Saya tidak ingin kita menolak lupa,” tuturnya.

Peresmian-Alun-alun-Merdeka-Malang-b.jpg

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyebut revitalisasi Alun-alun Merdeka dilaksanakan selama 105 hari kerja, terhitung sejak 8 Oktober 2025 dan rampung 100 persen pada 20 Januari 2026.

“Peresmian dilaksanakan hari ini. Revitalisasi ini merupakan CSR dari Bank Jatim dan bisa menjadi sarana hiburan gratis bagi masyarakat Kota Malang,” jelas Raymond.

Disisi lain, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Prasetyo, berharap sinergi antara Bank Jatim dan Pemerintah Kota Malang dapat terus berlanjut.

“Semoga kita bisa terus bersinergi secara berkelanjutan, dan semuanya dimulai dari Alun-alun Merdeka ini,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.