TIMES JATIM, MALANG – Fakta di lapangan, masih banyak masyarakat yang menggunakan calo saat akan menggunakan layanan PLN. Khususnya pada layanan pasang baru listrik.
Ironisnya, banyak warga yang bahkan tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka menggunakan jasa calo, yang mengaku sebagai pegawai PLN, orang yang kenal dengan pegawai PLN, atau sebagainya.
Kasus seperti ini banyak terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Malang. Banyak warga yang mengaku mengajukan pasang baru listrik bukan ke kantor PLN atau lewat aplikasi PLN mobile.
Tapi pada orang yang mengaku pegawai PLN. Dengan langkah itu, dikatakan prosesnya memang lebih mudah. User hanya tinggal membayar nominal yang diminta, dan dalam kurun waktu 1-2 hari, meteran listrik baru biasanya sudah langsung dipasang.
Seperti yang diakui oleh Abdul Rokim, warga Dusun Sukorejo Desa Kasembon Kecamatan Bululawang, yang "meminta tolong" kepada orang yang dikenal sebagai pegawai PLN agar rumahnya bisa dipasang listrik baru.
"Pasang daya 900 watt itu biayanya Rp1,5 juta. 2 hari setelah bilang itu langsung dipasang sama PLN," ujarnya.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Dia sendiri mengaku tidak tahu berapa biaya sebenarnya yang dipatok PLN untuk layanan pasang baru. Sehingga nominal yang dibayar, dia anggap sebagai patokan biaya untuk pasang baru dengan daya 900 watt. Padahal, jika mengacu pada harga resmi biaya pasang baru listrik yang ditentukan PLN, daya 900 watt hanya dibandrol Rp843 ribu.
Hal serupa juga dirasakan oleh Yuda Oktavianto, warga Dusun Sidoaji, Desa Lumbangsari, Bululawang, Kabupaten Malang. Akhir tahun 2025 ini, dia mengaku memasang listrik baru dengan daya 1300 watt dengan harga Rp2 juta, kepada orang yang dia kenal sebagai pegawai PLN. Padahal harga resmi untuk daya 1300 watt, dibandrol Rp1.218.000.
"Dulu saya tidak tahu kalau harga resminya segitu. Saya kira memang harganya 2 juta," kata dia.
Prosedur terbaru yang diterapkan PLN saat ini, semua permohonan pasang baru hanya dilakukan melalui PLN Mobile. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi, kemudian melengkapi segala persyaratan yang diminta. Seperti mengunggah dokumen identitas (KTP/SIM), peta lokasi rumah, formulir permohonan, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) instalasi listrik yang terdaftar.
Permohonan pasang baru yang cukup dilakukan melalui aplikasi, dirasa efektif untuk menekan penggunaan calo dalam layanan yang ada di PLN. Meskipun begitu, PLN juga tetap harus melakukan kontrol terhadap Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN yang ada di daerah, agar tetap optimal dalam menjalankan program nasional ini.
Karena pengalaman yang dirasakan oleh Ilmi Ariyanti, warga Jalan Demang Jaya II Desa Krebet Senggrong Bululawang, Kabupaten Malang ini menjadi tanda bahwa komitmen PLN untuk memangkas jalur layanan ini belum optimal dijalankan di daerah.
"Saya waktu itu mengajukan pemasangan listrik baru pakai PLN Mobile. Semua persyaratan sudah saya penuhi, tetapi sampai 7 hari permohonan saya tidak mendapat respon sama sekali," ujarnya.
Baru setelah dia mencoba menanyakan langsung kepada pihak PLN UP3 Malang, pihak ULP PLN terkait baru memberikan konfirmasi bahwa ada kesalahan penulisan alamat yang dimasukkan pemohon, sehingga pengajuan itu tidak mereka tindak lanjuti.
"Sebenarnya saya sudah melengkapi semua yang diminta. Saya tidak tahu kalau ada kesalahan, karena saya hanya memasukkan seperti format yang diminta," kata dia.
"Dan tidak ada pemberitahuan atau sanggahan sama sekali dari pihak PLN kalau ada yang keliru, sebelum saya menanyakan langsung. Baru setelah itu ada petugas yang chat ke WA saya menginformasikan bahwa alamat yang saya masukkan kurang lengkap," lanjutnya.
Pengalaman Ilmi ini menjadi mengingat bahwa meski manajemen berusaha untuk memotong jalur birokrasi layanan, namun harus tetap ada kontroling yang kuat agar pelaksana daerah bisa sejalan dengan komitmen tersebut.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo dalam wawancara saat acara peresmian Kampung PLN Mobile di Kepanjen Kabupaten Malang tak menampik jika praktik percaloan ini memang masih kerap terjadi. Dia pun menghimbau agar masyarakat menghindari penggunaan calo dalam setiap layanan PLN, termasuk pasang baru listrik.
"Kadang-kadang memang ada orang yang mengaku sebagai petugas, ternyata calo, ternyata oknum. Alangkah baiknya segala hal yang berhubungan dengan kelistrikan langsung saja dengan PLN melalui aplikasi PLN Mobile," tuturnya.
Saat ditanya berapa harga yang banyak dipatok oleh calo kepada warga yang ingin memasang baru listrik, Agung mengaku tak mengetahui hal itu. Tapi dia yakin bahwa harga yang dipatok lebih tinggi dari harga resmi yang tetapkan oleh PLN.
"Saya kurang paham Pak kalau biaya yang dibebankan oleh calo, tapi yang pasti kan namanya manusia pasti ingin mendapatkan untung. Nah daripada melalui pihak ketiga alangkah baiknya monggo langsung saja ke PLN," tegasnya.
Agung menegaskan bahwa saat ini segala layanan PLN telah tersedia di aplikasi PLN Mobile. Sehingga masyarakat bahkan tidak perlu datang ke kantor PLN, semua bisa dilakukan dalam genggaman.
"Kami dari PLN memberikan saran, alangkah baiknya daripada menggunakan ke calo, mending lewat aplikasi PLN Mobile. Sama sekali tidak ada biaya tambahan kecuali yang sudah menjadi ketentuan," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |