TIMES JATIM, MALANG – Pihak Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Malang segera menurunkan tim ke SDN 4 Sukowilangan Kalipare, yang mengalami ambruk pada bagian atapnya. Ini untuk mematangkan perencanaan penanganan SDN rusak tersebut untuk dikerjakan tahun ini.
"Penanganan sekolah rusak di SDN 4 Sukowilangan Kalipare memang prioritas tahun ini. Tim kami masih harus turun, memastikan tingkat kerusakannya, untuk kemudian dilakukan perencanaan dan kebutuhan anggaran rehabnya," terang Sekretaris Dinas PKPCK Kabupaten Malang, Johan Dwijo Saputro, Rabu (21/1/2026).
Untuk anggaran perbaikan yang dibutuhkan, Johan mengaku belum bisa memastikannya. Ini karena dalam survei yang dilakukan, harus juga dipastikan kondisi bagian bangunan lainnya secara keseluruhan.
"Ya, kami juga harus memastikan sebelum dilakukan rehab bagian atapnya. Apakah bangunannya butuh penguatan struktur atau tidak," terangnya.
Lebih lanjut, Dwijo memastikan bahwa penanganan rehab SDN 4 Sukowilangan Kalipare ini adalah prioritas direalisasikan tahun ini. Meskipun, sebelumnya sudah didapatkan usulan beberapa sekolah rusak yang harus mendapatkan persetujuan untuk ditangani.
Menurutnya, pagu anggaran untuk perbaikan sekolah rusak ataupun fasilitas pemerintahan sudah ditetapkan, berikut daftar lokasi yang diusulkan.
Namun demikian, ia menyatakan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pergeseran sasaran lokasi rehab, dengan mendahulukan penanganan kerusakan yang paling parah atau prioritas.
Bupati Malang Janji Perbaiki Sekolah Rusak
Sebelumnya, Bupati Malang H. Sanusi memastikan akan secepatnya memperbaiki SDN 4 Sukowilangun Kalipare, yang mengalami ambruk, pada Minggu (11/1/2026).
"Saya telah memerintahkan Dinas terkait dan BPBD untuk segera melakukan perbaikan menggunakan dana darurat," kata Bupati Malang, saat meninjau kerusakan SDN 4 Sukowilangan, pada Kamis (15/1/2026) lalu.
Ambruknya bangunan SDN ini setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat. Akibatnya, 58 pelajar dari tiga kelas (3, 4, dan 5) tidak dapat melanjutkan kegiatan belajar di sekolah. Mereka terpaksa mengikuti pembelajaran di rumah warga sekitar demi keselamatan. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |