TIMES JATIM, JEMBER –
Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau efektivitas pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Kantor Kecamatan Bangsalsari, Senin (26/1/2026).
Peninjauan ini bertujuan memastikan pemerataan layanan dan kemudahan akses dokumen kependudukan bagi seluruh lapisan masyarakat Jember melalui program Peta Cinta.
Dalam kunjungan tersebut, Fawait didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, Bambang Saputro.
"Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, dekat, dan bebas biaya," ujar Fawait.
Guna mengatasi kendala kependudukan yang selama ini terjadi, Fawait memaparkan sejumlah langkah strategis yang kini telah diimplementasikan.
"Kabupaten Jember kini menyediakan alat pencetak KTP di setiap kantor kecamatan, sehingga warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat kota dan Pemerintah telah mengamankan 68.000 blangko KTP untuk menyelesaikan seluruh tunggakan pencetakan dokumen yang terhambat sejak periode 2019 hingga 2025," paparnya.
Selain itu, ia menjelaskan Untuk menjaga ketertiban dan efisiensi, diterapkan skema penjadwalan pelayanan per desa guna mengantisipasi penumpukan antrean di kantor kecamatan.
"Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan haknya atas identitas kependudukan dengan mudah. Ini adalah bentuk nyata keadilan pelayanan publik. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang merasa dipersulit," tegas Fawait di hadapan warga Bangsalsari.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM di lapangan, dia juga mengumumkan rencana pemberian penghargaan bagi camat dan kepala desa yang menunjukkan performa progresif dalam mendukung layanan adminduk.
Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat kompetitif yang positif antarwilayah dalam melayani warga.
"Melalui efektivitas program Peta Cinta ini, Pemkab Jember optimis target penuntasan masalah dokumen kependudukan dapat segera tercapai, sekaligus meningkatkan validitas data kependudukan untuk program pembangunan daerah ke depan," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : M Abdul Basid |
| Editor | : Dody Bayu Prasetyo |