https://jatim.times.co.id/
Berita

Perkuat Harmoni dan Soliditas, Muhammadiyah Support PCNU Sambut 100 Ribu Jamaah Mujahadah Kubro

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:44
Perkuat Harmoni dan Soliditas, Muhammadiyah Support PCNU Sambut 100 Ribu Jamaah Mujahadah Kubro Gus Edy (kanan) bersama Prof Dr Abdul Haris dan Muhamad Anda'i dalam silaturahim PCNU dan PDM Kota Malang. (Foto: Anwar/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang memperkuat tradisi ukhuwah dengan melakukan silaturahim ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Jumat (30/1/2026). Kunjungan silaturahim ini juga sebagai langkah kulonuwun NU ke "saudara tua" Muhammadiyah terkait puncak Harlah Satu Abad NU.

Puncak harlah dilaksanakan dengan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari nanti. Diperkirakan 100 ribuan jamaah dari penjuru Jatim akan tumplek blek di Kota Malang.

"Kami menyampaikan kulonuwun ke dulur tuwo (saudara tua, Red) Muhammadiyah karena mungkin nanti akan ngrepoti saat dan menjelang hajar Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana," ucap Gus Edy Hayatullah, ketua Panlok Satu Abad NU PCNU Kota Malang, mengawali sambutan.

Selain kulonuwun, kata Gus Edy, PCNU juga menyampaikan bahwa Mujahadah Kubro ini sebagai bagian dari cara NU dan Muhammadiyah merawat umat dengan semangat kebersamaan.

Rombongan PCNU Kota Malang diterima langsung Ketua PDM Kota Malang, Prof Dr Abdul Haris, bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah. Sementara PCNU diikuti seluruh pimpinan PCNU yang dipimpin Wakil Rais Syuriah Prof Dr Kasuwi Saiban.

PCNU-Kota-Malang-1.jpg

Pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban. Kedua ormas ini tampak kompak memikirkan gawe besar di kota Malang itu. Silaturahim itu juga menjadi cerminan hubungan historis dua ormas Islam terbesar di Indonesia yang selama ini menjadi penyangga harmoni sosial di Kota Malang.

Dalam pertemuan tersebut, PDM Kota Malang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro sebagai puncak Harlah Satu Abad NU. Dukungan itu tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga konkret, menyentuh aspek pelayanan jamaah hingga pengamanan kegiatan.

Ketua PDM Kota Malang, Prof. Abdul Haris, menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang Mujahadah Kubro sebagai agenda keumatan yang patut disukseskan bersama.

“Ini bukan hanya kegiatan NU, tetapi kegiatan umat. Muhammadiyah di Kota Malang siap berpartisipasi dan mendukung agar pelaksanaannya berjalan aman, tertib, dan khidmat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Muhammadiyah akan menurunkan tim kesehatan, melibatkan unsur Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), serta membuka peluang pemanfaatan aset amal usaha Muhammadiyah di Kota Malang untuk membantu pelayanan jamaah yang diperkirakan mencapai hingga 100 ribu orang itu.

Langkah ini dinilai sangat strategis, mengingat skala Mujahadah Kubro yang akan menghadirkan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ketersediaan layanan kesehatan, pengamanan internal, dan fasilitas pendukung menjadi kebutuhan penting agar kegiatan berjalan lancar.

Sementara, Gus Edy Hayatullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Muhammadiyah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas sambutan hangat serta support penuh dari PDM Kota Malang. Ini menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah di Kota Malang benar-benar solid dalam merawat persaudaraan dan kebersamaan,” kata pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini.

Menurutnya, dukungan Muhammadiyah menjadi energi moral sekaligus penguat teknis bagi PCNU selaku shohibul bait. Ia menegaskan bahwa PCNU Kota Malang sejak awal menempatkan Harlah Satu Abad NU sebagai momentum kebersamaan umat. Bukan cuma perayaan eksklusif organisasi.

“Yang kita rawat bukan hanya acara, tetapi harmoni. NU dan Muhammadiyah punya tanggung jawab bersama menjaga Kota Malang tetap teduh, damai, dan religius,” ujarnya.

Silaturahim ini juga menegaskan kembali tradisi panjang NU–Muhammadiyah di Kota Malang yang dikenal cair dan komunikatif sejak dulu. Dalam berbagai momentum sosial-keagamaan, kedua ormas kerap hadir bersama. Keduanya saling menguatkan, dan menghindari sekat-sekat yang berpotensi memecah umat.

Bantuan Muhammadiyah dalam Mujahadah Kubro dipahami bukan sekadar dukungan teknis, tetapi simbol kebersamaan dan keharmonisan. Di tengah tantangan sosial dan meningkatnya polarisasi di ruang publik, sikap NU–Muhammadiyah di Kota Malang menghadirkan pesan kuat bahwa perbedaan ormas tidak harus berujung jarak. 

Panitia Harlah Satu Abad NU PCNU Kota Malang optimistis, dengan dukungan Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta aparat keamanan, Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana akan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Lebih dari itu, peristiwa ini diharapkan menjadi teladan nasional tentang bagaimana dua kekuatan besar umat Islam dapat berjalan beriringan, menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan menyejukkan.

"Kami tentu sangat bahagia dengan dukungan ini. Hal ini menunjukkan bahwa di Kota Malang, NU dan Muhammadiyah benar-benar menciptakan harmoni dan soliditas kuat untuk umat," tambah Khoirul Anwar, wakil ketua PCNU. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.