TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo, Jatim, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp (WA) berisi pemberitahuan mutasi jabatan yang dipastikan adalah hoaks.
Pesan palsu tersebut diketahui menyasar sejumlah Kepala Sekolah dan ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo. Dalam narasi yang dibangun, pengirim mencatut nama BKPSDM dan Dinas Pendidikan setempat, menyebutkan adanya proses mutasi pegawai dengan dalih penyegaran organisasi dan evaluasi kinerja.
Pemberitahuann resmi dari BKPSDM Kabupaten Probolinggo menangkal isu hoax pesan berantai. (Foto: BKPSDM)
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, bergerak cepat memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan bukan berasal dari instansinya.
"Kami pastikan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan BKPSDM Kabupaten Probolinggo terkait mutasi ASN itu adalah hoaks," tegas Hari, Rabu (21/1/2026).
Hari menjelaskan bahwa seluruh kebijakan manajemen kepegawaian, mulai dari mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan, memiliki mekanisme resmi yang ketat. Prosedur tersebut tidak pernah dilakukan melalui jalur informal seperti pesan singkat atau grup percakapan.
"Informasi kepegawaian hanya disampaikan melalui surat dinas resmi dan kanal resmi BKPSDM, terutama website kami. Tidak ada pemberitahuan mutasi melalui pesan pribadi atau grup WhatsApp," jelasnya.
Lebih lanjut, Hari menyoroti ciri fisik pesan tersebut yang janggal. Meski menggunakan bahasa administratif yang seolah meyakinkan, pesan itu tidak memenuhi unsur surat resmi pemerintahan. Tidak adanya nomor surat, nihilnya tanda tangan pejabat berwenang, serta ketiadaan stempel instansi menjadi indikator kuat bahwa pesan tersebut palsu.
BKPSDM mengimbau agar para ASN dan Kepala Sekolah tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. Hal ini untuk mengantisipasi modus penipuan yang memanfaatkan kepanikan pegawai.
"Kami mengimbau ASN, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait agar tidak mudah percaya. Jangan menanggapi, apalagi meneruskan pesan semacam itu," imbuh Hari.
Bagi ASN yang menerima pesan serupa atau merasa ragu terhadap informasi kepegawaian, disarankan untuk segera melakukan konfirmasi langsung ke kantor BKPSDM atau mengecek pengumuman resmi melalui laman bkpsdm.probolinggokab.go.id.
"Kalau ragu, silakan klarifikasi. Jangan sampai informasi palsu ini menimbulkan keresahan di lingkungan ASN," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Abdul Jalil |
| Editor | : Muhammad Iqbal |