TIMES JATIM, BANYUWANGI – Ingin nafas selalu segar, terbebas dari bau mulut meskipun saat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Ini dia tips jitu Ala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi untuk menghalau masalah tersebut.
Saat ibadah puasa, permasalahan bau mulut sering saja menghantui dan membuat seseorang tidak percaya diri sehingga tidak nyaman ketika berinteraksi.
Dijelaskan oleh Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, bau mulut tak sedap saat puasa bisa terjadi karena beberapa faktor, diantaranya berkurangnya produksi air liur di mulut karena tidak ada asupan cairan selama puasa. Akibatnya, rongga mulut kering dan menjadi berkembangbiaknya koloni bakteri.
“Termasuk adanya sisa makanan disela gigi saat sahur yang tidak dibersihkan, sehingga menjadi makanan bakteri dan menjadikan bau mulut,” kata Amir, Kamis (27/2/2025).
Nah, dari beberapa faktor penyebab bau mulut saat puasa tersebut bisa diatasi dengan tips-tips yang diberikan oleh Dinkes Banyuwangi ini, yuk simak baik-baik.
Pertama yaitu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan sikat gigi dan membersihkan lidah. Meskipun menyikat gigi adalah hal rutin yang senantiasa dilakukan. Saat bulan puasa, hendaknya setelah melakukan santap sahur, benar-benar menyikat bersih gigi agar tidak ada sisa makanan, termasuk membersihkan lidah.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat di kantornya. (FOTO : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Sebelum tidur pun juga wajib sempatkan untuk menyikat gigi dari sisa makanan ketika berbuka. Pasalnya bakteri akan bekerja ketika malam saat kita beristirahat, hal itu juga yang sering membuat gigi berlubang.
“Sikat gigi itu penting, untuk membersihkan sisa makanan yang ada di sela-sela gigi, penyebab bakteri bau mulut,” ucap Amir.
Tips kedua yaitu hindari makanan makanan berlemak, berbau tajam dan menyengat. Hal ini bisa memperburuk bau mulut yang tak sedap ketika puasa. Disarankan juga mengurangi mengkonsumsi Alkohol, rokok dan Kafein.
Tips kedua ini juga mencakup untuk mencukupi kebutuhan konsumsi sayur dan buah hingga air mineral. Karena tubuh yang kekurangan cairan membuat rongga dan mulut kering menjadi tempat berkembang biak bakteri bau mulut.
“Konsumsi air yang cukup yaitu 8 gelas sehari, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas pada malam hari dan 2 gelas saat sahur,” tutur Amir.
Tips ketiga ini adalah poin plus yang bisa membuat nafas lebih segar saat berpuasa. yaitu ketika setelah sahur dan menyikat gigi tak luput berkumur dengan obat kumur atau Mouthwash.
Sikat gigi tidak cukup untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Mouthwash efektif juga dalam melawan bakteri yang mungkin masih terselip di area-area yang sulit dijangkau sikat gigi. Mouthwash juga mengandung bahan yang bisa menyegarkan napas.
“Banyak merk mouthwash, jika tidak ada mouthwash bisa kumur dengan menggunakan air garam,” cetus Amir.
Nah itu dia tipsnya, jangan lupa untuk diterapkan agar nafas selalu segar dan lebih percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain. (*)
Pewarta | : Anggara Cahya |
Editor | : Ferry Agusta Satrio |