TIMES JATIM, BANYUWANGI – Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng yang digadang-gadang menjadi ikon baru pesisir Banyuwangi, kini tinggal selangkah lagi menuju rampung. Proyek strategis ini telah memasuki tahap finishing dan siap menjelma menjadi wisata kuliner baru.
Pantauan TIMES Indonesia di lokasi pada Selasa (27/1/2026), menunjukkan progres pembangunan yang mencapai hampir 100 persen.
Aktivitas pekerja terfokus pada penyempurnaan bangunan, penataan area sekitar, serta pemasangan fasilitas penunjang. Secara visual, wajah baru kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, ini mulai tampak jelas.
Beberda dengan konsep KNMP di sejumlah daerah lain, di Banyuwangi ini tidak hanya disiapkan sebagai pusat aktivitas nelayan dan permukiman pesisir.
Lebih dari itu, KNMP Lateng diarahkan menjadi wisata kuliner berbasis hasil laut, yang diharapkan mampu mengangkat nilai tambah tangkapan nelayan sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
Bangunan KNMP Lateng bergaya arsitektur rumah Suku Osing dan ornamen Gajah Oling. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Daya tarik KNMP Lateng juga terlihat dari desain arsitekturnya. Enam bangunan utama berdiri kokoh dengan mengadopsi gaya rumah adat Suku Osing, lengkap dengan sentuhan ornamen batik Gajah Oling.
Perpaduan unsur modern dan kearifan lokal tersebut, membuat kawasan ini tampail unik sekaligus mempresentarikan identitas budaya Banyuwangi.
Pembangunan KNMP sendiri merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu di Indonesia.
Program ini tidak semata berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui sistem yang terintegrasi.
Kepala Dinas Perikanan (Disperikan) Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyampaikan bahwa kawasan KNMP dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan.
“Kami siapkan fasilitas pengolahan ikan, area kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar kawasan ini benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir,” kata Suryono, Selasa (27/1/2026).
Selain sentra kuliner, kawasan ini juga dilengkapi beragam fasilitas pendukung, mulai dari area pendaratan ikan, dermaga sandar perahu, titik pengisian bahan bakar, balai pertemuan, hingga infrastruktur pengolahan hasil laut seperti pabrik es dan unit pengolahan ikan.
Terkait progres pembangunan, Suryono memprediksi proyek tersebut akan benar-benar tuntas dalam tiga hingga empat hari ke depan. Namun, pengoperasian kawasan masih menunggu proses administrasi berupa Berita Acara Serah Terima (BAST) dari pihak pelaksana proyek.
“Setelah BAST dilakukan, aset akan diserahkan dan selanjutnya bisa kami operasionalkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk di kampung nelayan ini,” jelasnya. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |