TIMES JATIM, SURABAYA – Kemacetan kronis yang kerap terjadi di kawasan bundaran Taman Pelangi Surabaya akan segera teratasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proyek jalan layang (flyover atau overpass) untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas tersebut segera masuk tahap pelaksanaan fisik pada tahun 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa opsi flyover dipilih setelah melalui kajian mendalam bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pertimbangan utama pengalihan dari konsep underpass ke flyover adalah faktor keamanan infrastruktur bawah tanah.
"Berdasarkan hitungan dari Kementerian dan kami, kalau underpass banyak pipa di sana, terutama pipa gas, itu membahayakan. Selain itu, underpass mengharuskan pemindahan aliran sungai terlebih dahulu. Maka kita pilih overpass karena pengerjaannya bisa lebih cepat dan aman," ungkap Eri, Selasa (27/1/2026).
Adopsi Konsep Flyover Aloha Tanpa Lampu Merah
Flyover Taman Pelangi didesain untuk memotong titik paling krusial kemacetan di Surabaya Selatan, yakni pertemuan arus dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Rungkut serta arah Jemursari menuju pusat kota.
Eri menjelaskan, konsep lalu lintas di kawasan tersebut nantinya akan menyerupai Flyover Aloha di Sidoarjo, dengan menerapkan sistem arus mengalir terus (continuous flow) tanpa hambatan lampu merah (traffic light).
"Otomatis nanti tidak ada lampu merah. Jadi dari arah Ahmad Yani langsung naik, turunnya di arah Jemur, begitu juga sebaliknya. Seperti di Aloha, tidak macet karena perputaran ada di atas dan tidak ada jeda lampu merah yang memicu antrean panjang," jelasnya.
Lahan Tuntas, Proyek Segera Masuk Tahap Lelang
Terkait kesiapan lahan, Wali Kota Eri menegaskan bahwa seluruh proses pembebasan lahan telah selesai 100 persen. Warga yang terdampak telah menerima ganti rugi, dan saat ini hanya menyisakan satu bangunan yang digunakan sementara sebagai pos satgas.
"Semua bangunan sudah selesai dan sudah mendapatkan ganti rugi. Sekarang prosesnya sudah di tahap desain final dan akan segera masuk pelelangan. Pelaksanaannya dimulai tahun ini," tambahnya.
Proyek yang didanai sepenuhnya oleh Kementerian PUPR ini ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan diproyeksikan tuntas pada awal 2027.
“Kami berharap dengan adanya flyover ini, salah satu titik paling padat di Surabaya Selatan dapat terbebas dari kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga,” pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Urai Kemacetan, Pemkot Surabaya Pastikan Flyover Taman Pelangi Mulai Dibangun Tahun Ini
| Pewarta | : Siti Nur Faizah |
| Editor | : Deasy Mayasari |