TIMES JATIM, BANYUWANGI – Kawasan Wisata Jeongmara, Songgon, mendadak berubah menjadi medan simulasi penyelamatan ekstrem. Sebanyak 20 personel relawan dari berbagai penjuru tanah air berjibaku dengan tali-temali dan tebing terjal dalam agenda Pelatihan Vertical Rescue Banyuwangi 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dbijis34 Adventure berkolaborasi dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) ini digeber selama tiga hari, sejak tanggal 24 hingga 26 Januari 2026,
Ketua Panitia Pelaksana, Khotibul Umam menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Songgon bukan tanpa alasan. Kontur alamnya yang ekstrem dianggap sangat ideal untuk merepresentasikan medan penyelamatan vertikal yang sesungguhnya.
Selain itu, kegiatan ini digelar sebagai upaya serius untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus kesiapsiagaan personel relawan.
“Banyuwangi memiliki banyak kawasan dengan kontur terjal. Pelatihan ini penting agar relawan memiliki standar kemampuan yang sama saat melakukan evakuasi di tebing maupun bangunan tinggi,” ujar Khotibul Umam yang akrab disapa Ucoy, Selasa, (27/1/2026).
Relawan dari berbagai daerah Pelatihan Vertical Rescue Banyuwangi 2026. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dbijis34_Adventure yang berkolaborasi dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Materi pelatihan dibagi ke dalam dua metode utama, yakni teori dan praktik lapangan.
Pada sesi kelas, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem mekanika trauma, pengenalan peralatan pendakian dan penyelamatan, serta teknik simpul dasar hingga lanjutan.
Sementara pada praktik lapangan, peserta dilatih teknik ascending dan descending, penggunaan sistem katrol (hauling system), teknik lowering korban menggunakan tandu basket stretcher, hingga simulasi skenario penyelamatan nyata di tebing Jeongmara.
Instruktur pelatihan didatangkan dari berbagai institusi yang telah tersertifikasi secara nasional. Tercatat tiga instruktur dari pusat Vertical Rescue Indonesia, di antaranya Adrian Daely selaku Koordinator Badan Pelatihan Sekolah Vertical Rescue. Dari Malang hadir Data Pela selaku Koordinator VRI Jawa Timur. Selain itu, tiga personel Basarnas turut terlibat sebagai instruktur, dipimpin langsung oleh Farid Kurniadi bersama Ananto.
Ucoy berharap pelatihan ini dapat memperkuat koordinasi lintas komunitas dan instansi, sehingga penanganan kecelakaan maupun bencana di medan ekstrem dapat dilakukan secara cepat, aman, dan terstandar.
“Ilmu yang didapat hari ini semoga menjadi bekal nyata saat terjun di lapangan,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Khotibul Umam. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |