TIMES JATIM, GRESIK – Minat olahraga tinju amatir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus menunjukkan tren positif. Pembinaan itu berhasil melahirkan petinju muda berprestasi, bahkan mampu mencetak juara pada ajang debut profesional.
Ketua Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Gresik, Darry Rafly Alifiyanti, mengatakan sejak terbentuk pada 2021, organisasinya aktif melakukan pembinaan atlet usia muda. Hasilnya, sejumlah petinju berhasil menorehkan prestasi.
“Sejak berdiri, kami fokus pembinaan. Alhamdulillah sudah ada atlet yang meraih medali di Porprov dan yang terbaru berhasil menjadi juara pada debut pertamanya di ajang profesional,” ujar Darry, Selasa (27/1/2026).
Dia menyebutkan, Muhammad Ahmad Albab menjadi salah satu petinju yang berhasil meraih medali pada Porprov 2025. Sementara itu, Zulfikar Fikri Maulana mencatatkan prestasi pada laga Fights Bout Flyweight yang digelar Predalion dan Kuro Raijin di Surabaya.
Menurut Darry, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan tinju amatir di Gresik berada di jalur yang tepat. Selain itu, meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga tinju juga menjadi modal penting untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depan.
“Kami berharap dukungan semua pihak terus mengalir agar tinju Gresik bisa semakin berprestasi, baik di level amatir maupun profesional,” pungkasnya.
Senada, Sekretaris Pertina Gresik, Dimas Setio Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pembinaan guna melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.
Selain menargetkan hasil maksimal di Porprov 2027, Pertina berkomitmen mencetak regenerasi petinju yang mampu bersaing di kancah amatir maupun profesional.
Menurutnya, potensi pemuda Gresik di dunia combat sport sangat besar, namun membutuhkan wadah yang terarah agar tidak terjerumus pada aksi tawuran atau kenakalan remaja.
"Kita ingin talenta muda memiliki saluran yang positif. Daripada mereka bertarung di luar tanpa aturan, lebih baik kita bina secara profesional di bawah naungan Pertina agar menjadi prestasi yang membanggakan daerah," tegas pria yang juga Anggota DPRD Gresik tersebut.
Sementara itu, Zulfikar Fikri menceritakan debut profesionalnya saat mengalahkan Marten Lede asal Sumba. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Fikri untuk mengangkat nama Gresik dikancah nasional.
Bagi dia, tinju adalah tentang kejujuran fisik. Ia tidak mengenal kata instan. Setiap Selasa hingga Jumat, ia menghabiskan waktu dengan latihan teknik, sementara Sabtu dan Minggu dikhususkan untuk menempa fisik.
“Kena pukulan di bagian mata dan hidung sampai patah sudah saya rasakan. Tapi saya tetap senang bermain tinju. Kesulitannya mengatur makan dan berat badan. Konsumsi harus daging biar bertenaga,” ucapnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Olahraga Tinju Amatir Tumbuh di Gresik: Raih Perak Porprov, Cetak Juara di Debut Profesional
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Deasy Mayasari |