TIMES JATIM, MALANG – Pemkot Malang memastikan pembangunan permanen Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi segera direalisasikan. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Februari 2026, setelah seluruh tahapan lelang rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, jembatan baru akan dibangun dengan desain dan spesifikasi yang lebih kuat dibandingkan bangunan sebelumnya.
“Konstruksinya berbeda dengan jembatan lama. Jembatan baru akan kami bangun lebih tinggi dan lebih lebar, serta menggunakan material yang lebih berkualitas, yaitu precast beton. Karena kualitasnya meningkat, tentu anggarannya juga menyesuaikan,” ujar Dandung, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pemilihan material precast beton dilakukan karena mutu produksinya lebih terkontrol dan memiliki kekuatan struktur yang lebih stabil.
“Sistem pracetak ini mampu meningkatkan daya tahan jembatan terhadap beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan, sekaligus mengurangi potensi kerusakan di kemudian hari,” ungkapnya.
Secara teknis, Jembatan Sonokembang akan memiliki panjang sekitar 17 meter dengan lebar yang diperluas dari semula 5,5 meter menjadi 9 meter.
“Dengan pelebaran ini, kapasitas lalu lintas akan meningkat dan pengguna jalan bisa merasa lebih aman dan nyaman,” terangnya.
Selain diperlebar, elevasi jembatan juga akan dinaikkan sekitar satu meter menyesuaikan kondisi jalan dan aliran air di sekitarnya.
“Ketinggian jembatan kami sesuaikan dengan elevasi jalan. Dari arah utara, jalan akan dibuat lebih landai agar aman dan nyaman. Aliran air juga diharapkan lebih lancar dan tidak mudah tersumbat sampah,” imbuhnya.
Dandung menambahkan, pada sisi kanan dan kiri jembatan akan disediakan trotoar dengan lebar sekitar satu meter untuk pejalan kaki.
“Nanti lebarnya total sekitar sembilan meter, panjang 17 meter. Kanan dan kiri akan ada ruang pejalan kaki masing-masing kurang lebih satu meter,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, Jembatan Bailey yang saat ini difungsikan sebagai jembatan sementara tetap digunakan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas. Pembongkaran jembatan sementara tersebut baru akan dilakukan setelah jembatan permanen selesai dan siap dioperasikan.
“Jembatan Bailey masih kami pertahankan dan baru dibongkar setelah jembatan baru berfungsi,” tegasnya.
Untuk pembangunan Jembatan Sonokembang, Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Anggaran tersebut menyesuaikan perubahan desain dan peningkatan spesifikasi teknis, termasuk penggunaan precast beton sebagai struktur utama,” tuturnya.
Masa pengerjaan jembatan permanen ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan. Ia berharap pekerjaan dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dengan doa semua pihak, bulan depan atau bahkan minggu depan sudah bisa mulai dikerjakan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang sebelumnya ambrol pada Oktober 2025 lalu. Sejak kejadian tersebut, akses warga sementara dialihkan melalui Jembatan Bailey yang dipasang sebagai solusi darurat.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |