https://jatim.times.co.id/
Berita

Jelang Satu Abad NU, Ribuan Kader Ziarahi Makam Pendiri & Penggerak NU di Seluruh Jatim

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:22
Satu Abad NU, PWNU Jatim Adakan Ziarah Muassis secara serentak ke 10 zona Jajaran PWNU Jawa Timur bersama PCNU Surabaya dan para dzurriyah muassis mengikuti Ziarah Muassis Zona Surabaya di Makam Tembok, Sabtu (24/1/2025) (FOTO: Istimewa)

TIMES JATIM, BLITAR – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengadakan Ziarah Muassis secara serentak pada 10 zona se-Jatim, Sabtu (24/1/2026), yang difokuskan kepada muassis/perintis dan muharrik/penggerak di tingkat kabupaten/kota oleh PCNU setempat, lalu selisih sehari (25/1/2026) dilanjutkan PWNU dengan Ziarah Muassis ke Jombang.

 "Ziarah muassis di 10 zona itu ke maqbaroh muassis dan muharrik di Surabaya, Bangkalan, Gresik, Nganjuk, Malang, Pasuruan, Kediri, Probolinggo, Jember, dan Situbondo. Kalau Ziarah Muassis PWNU ke Jombang itu ke makam KHM Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Romli Tamim,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Prof DR KH Ali Maschan Moesa MSi di Kantor PCNU Surabaya, Sabtu (24/1/2026).

Di sela-sela mengikuti Ziarah Muassis Zona Surabaya di Makam Tembok, ia menjelaskan ziarah muassis di 10 zona juga diikuti utusan PWNU Jatim yang disebar, seperti di Zona Surabaya ada tujuh utusan yakni dirinya, HM Taufik Mukti, H Edy Ya’qub, Prof Muzakki, Prof Suparto Wijoyo, DR Idham Kholid, dan HM Yusuf Adnan.

Sementara itu, jajaran PCNU Surabaya yang mengikuti ziarah antara lain KH. Ahmad Dzulhilmi (Rais Syuriyah PCNU Surabaya), KH. Abdul Bari (Wakil Rais Syuriyah PCNU Surabaya/Keluarga Pondok Panji), HM Masduqi Toha (Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya), dan jajaran pengurus lainnya, termasuk ada sejumlah dzurriyah muassis yang hadir.

Ziarah-Muassis-Zona-Surabaya-a.jpg

“Dalam Ziarah Muassis di Makam Tembok Surabaya, Tawassul Fatihah dipimpin KH Abdul Bari yang diperuntukkan semua muassis/muharrik PCNU Surabaya yang dimakamkan di Makam Tembok maupun di luar Makam Tembok, sedangkan Tahlil dipimpin KH Ahmad Dzulhilmi yang dikhususkan kepada muassis/muharrik PCNU Surabaya di Makam Tembok,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya, HM Masduqi Toha.

Muassis/muharrik NU di Makam Tembok antara lain KH Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU), KH Mujib Ridlwan (pencipta lambang Pagarnusa), KH Burhan (bendahara HBNO 1926), KH Abdul Kahar (bendahara Nahdlatul Wathon), KH Abdullah Ubaid (pendiri GP Ansor), KH Wahab Turcham (muassis Yayasan Taman Pendidikan NU Khadijah), serta sejumlah tokoh NU, yakni KH Thohir Bakri, KH Thohir Syamsudin, KH Anas Thohir, dan KH Fatah Yasin.

“Untuk Tawassul Fatihah juga ditujukan kepada KH Dahlan Akhyat, KH Mas Alwi Abdul Azis (pengusul nama NU), KH Hasan Gipo (Ketua Umum PBNU pertama), KH M Noer (Ketua Umum PBNU kedua/pasca-Hasan Gipo), KH Husaini Tiway, KH Umar Buang, dan KH Zakky Gufron (muassis RSI NU di Surabaya),” kata Masduqi Toha.

“Di makam muassis, saya selalu ingat wasiat KH Ridwan Abdullah yaitu ‘Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah! Kalau sampai tidak makan, komplainlah aku, jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisanku!’," kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim, HM Taufik Mukti.

Secara serentak, Ziarah Muassis juga berlangsung pada sejumlah muassis/muharrik di Zona Bangkalan (antara lain ziarah ke maqbaroh Syaichona Moh Cholil), Zona Gresik (maqbaroh KH Faqih Maskumambang), Zona Probolinggo (maqbaroh KHM Hasan Sepuh Genggong/KH Hasan Saiful Rijal/KH Zaini Mun’im/KH Hasan Abdul Wafi), dan Zona Jember (maqbaroh KH Muh Shiddiq/KH Mahfudz Shiddiq/KH Abdullah Shiddiq).

Selain itu, Zona Situbondo (maqbaroh KH Syamsul Arifin dan KH As’ad Syamsul Arifin), Nganjuk (maqbaroh KH Zainuddin Mojosari/KH Dahlan Abd Ghofar), Malang (KH Nawawi Tohir/KH Masykur/KH Tolhah Hasan), Pasuruan (KH Nawawi Sidogiri/KH Abdul Hamid), dan Kediri (KH Abdul Karim/KH Marzuqi/KH Mahrus Aly/KH Jazuli Usman/KH Ahmad Shiddiq/KH Hamim Jazuli).

Selain Ziarah Muassis, agenda Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU disemarakkan dengan serangkaian kegiatan dari tanggal 7 Januari hingga 8 Februari 2026, diantaranya Sarasehan Pesantren (kick off Harlah Satu Abad NU di Malang), Pameran NUConomic (di Blitar), GenZINU Bootcam (di Surabaya), dan Mujahadah Kubro (di Stadion Gajayana, Malang). 

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai ketua pelaksana Mujahadah Kubro menuturkan informasi dari PWNU Jatim, kemungkinan presiden juga hadir pada puncak acara, sehingga seluruh persiapan terus dimatangkan.

Persiapan yang telah dilakukan, salah satunya yakni menentukan tempat transit bagi jamaah dari luar kota, kemudian waktu drop zone juga akan diatur, agar tidak terjadi kepadatan yang cukup tinggi di satu titik. ”Kami akan menggunakan sekolah-sekolah yang ada di sekitar Stadion Gajayana, kemudian fasilitas dari TNI dan perguruan tinggi untuk drop zone dan transit jamaah,” jelasnya. 

Selain persiapan acara, Wahyu mengatakan pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada warga Kota Malang. ”Jauh hari sebelum pelaksanaan acara, saya mohon maaf kepada warga Kota Malang pasti akan terganggu pada 7 dan 8 Februari,” ucap mantan Sekda Kabupaten Malang itu. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.