Berita

Valentine Day, Ini 12 Kalimat Romantis ‘Nafas Kebaikan’ Dari Calon Senator Jatim Lia Istifhama

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:42
Valentine Day, Ini 12 Kalimat Romantis ‘Nafas Kebaikan’ Dari Calon Senator Jatim Lia Istifhama Dr. Lia Iatifhama atau Ning Lia bersama Khofifah Indar Parawansa. (dok. ning lia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Bagi warga Jatim, nama Dr. Lia Istifhama tentu bukan nama asing. Ini lantaran bannernya massif terpasang di berbagai penjuru wilayah, seiring dengan proses pencalonanya sebagai calon senator Jatim. Bahkan, banner perempuan berjilbab hijau khas ‘Muslimat’ yang tertulis sebagai calon DPD RI noemr 12 tersebut, sempat viral akibat dicium oleh ODGJ di Madiun.

Namanya sebagai new comer dalam perhelatan kursi senator, juga menjadi buah bibir lantaran Namanya nangkring sebagai runner up, tepatnya oleh survey ARCI.

Namun yang mungkin publik banyak tidak tahu, ternyata perempuan yang juga keponakan Gubernur Jatim  Khofifah tersebut, memiliki sisi romantis. Tulisannya yang berbalut quotes romantis pun menghiasi novel romansa Berkisah Tentang Hati yang ia rilis 2022. Novel yang mengisahkan tentang perjuangan seorang remaja bangkit dari patah hati, sarat dengan kalimat yang bernuansa kebaikan. 

“Mengharukan namun bukan berarti menunjukkan kerapuhan seorang perempuan. Melainkan mengharukan karena perempuan sejati tidak pernah ingin menyakiti, termasuk saat ia yang disakiti. Ia lebih memilih membangun jiwa positif daripada memendam benci,” ungkap ning Lia, sang penulis novel itu.

Nah, ayo diulik 12 kalimat penuh kasih sayang yang sangat tepat untuk menguatkan kasih sayang serta kebaikan yang mengharukan bagi orang terkasih pada hari Valentine Day (Val-Day) 14 Februari nanti.

1.    “Kisah telah hadir. Dan kisah terus bergulir sejak kita terlahir. Kita bukan penentu, namun kita bisa tetap menjaga cinta hadir dalam setiap kisah.”

2.    “Lihatlah pijaran cahaya matahari. Bahwa dalam terpaan sinarnya yang hangat, terselipkan harapan menumbuhkan kekuatan dan optimisme bagi manusia. Betapa hangatnya persaudaraan dan persahabatan, selalu menjadi rona keindahan dalam setiap tindak kehidupan para insan. Dan tebaran kebaikan menjadi pondasi kuat meraih kebahagiaan.”

3.    “Kisahku dan kisah kita semua, adalah harapan akan hadirnya pijaran kebaikan, seperti halnya matahari yang tak lelah menyinarkan kebaikan.”

4.    “Bertanyalah pada embun pagi. Mengapa begitu segar ketika kau pandangi? Karena itulah kehidupan yang kau alami, dimana dalam setiap penat dan misteri. Dalam setiap pelik yang kau alami, yang kau butuhkan adalah penghibur diri. Dan penghibur terbesar ialah dari diri sendiri. Ketika kau akhirnya menyadari, bahwa tak ada doa yang diabaikan Illahi. Dan yakinlah setiap jiwa para sahabat, bahwa semua asa dan doa akan terwujud di hari nanti. Tetaplah semangat semua sahabatku … karena keindahan akan selalu kau jumpai.”

5.    “Adanya hari ini takkan dapat mengabaikan kebaikan mereka yang telah menabur cinta dalam hari-hari di masa lalu kita. Maka, adakah alasan bagi kita untuk mengaburkan segala kebaikan mereka yang pernah mendampingi kita pada masa lalu?”

6.    “Ada begitu banyak cinta dalam kehidupan nyata kita. Ada begitu banyak senyuman indah selama hati kita pun senantiasa terbuka. Dan ada begitu banyak impian... Cita cita kebahagiaan… Serta doa yang sangat menakjubkan. Semua itu nyata... Dan bagaimanapun detik, jam, hari, dan waktu-waktu ke depan... Tetaplah berusaha menerima semuanya dengan bahagia… Bahagialah bersama keluargamu… Wujudkan dalam bingkai bingkai cinta ketulusan.” 

7.    “Menjaga rajutan (kebaikan) yang baik tidak selalu terlihat mudah namun bukan berarti meninggalkannya, terlihat lebih mudah oleh hati kita.”

8.    “Teruntuk sahabat ... Bersabarlah dalam setiap kegundahan yang sedang kau alami. Karena tiada waktu yang sempat hadir memberi duka tanpa kelak menghaturkan suka cita. Yakinlah ... hari esok selalu berkemungkinan menaburkan bahagia untukmu."
 
9.    “Time flies so fast… Dan Kita ... Kita semua… memiliki masa lalu dan setiap masa yang terlewati selalu menyisakan kisah persahabatan. Waktu berjalan begitu cepat dan tak perlu ku berlari mengejarnya. Karena setiap waktu yang berlalu bukanlah kemudian hilang bak abu. Melainkan selalu dapat diambil hikmah. Oleh aku dan kita.”

10.    “Hari ku, harimu, hari mereka, hari kita semua…tak kan haus akan kisah persahabatan. Jika kita bisa memahaminya.”

11.    “Kita memiliki masa lalu dan setiap masa yang terlewati selalu menyisakan kisah persahabatan.” 

12.    “Kebaikan dan ketulusan ... selalu menjadi warna indah dalam kehidupan. Tak perlu alasan atau syarat, bahkan tak perlu tali terikat. Karena bangunan persahabatan yang murni, dengan sendirinya berjalan di atas harapan kebahagiaan yang nyata.” 

Fix, meleleh gak sih? Dan itu hanyalah 12 quotes selain ratusan quotes dari novel yang pernah disampaikan oleh ning Lia, sebagai penulisnya, untuk menjadikan spirit membangun kebaikan sebagai penguat untuk bangkit dari patah hati. (*)

Pewarta : Rudi Mulya
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.