https://jatim.times.co.id/
Berita

KH Munir Kholili Wafat, Perjalanan sebagai Pengasuh Ponpes Rofiatul Islam di Probolinggo

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:37
KH Munir Kholili Wafat, Perjalanan sebagai Pengasuh Ponpes Rofiatul Islam di Probolinggo KH Munir Kholili. (Foto: Fesbook)

TIMES JATIM, PROBOLINGGO – KH Munir Kholili lahir dan besar di lingkungan keluarga yang taat beragama di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang menjadi awal kehidupan penuh dedikasi terhadap ajaran Islam. 

Berdasarkan dari berbagai sumber terpercaya menyebutkan. JIa memulai pendidikan agama sejak usia dini di lingkungan masyarakat setempat, kemudian melanjutkan studi agama di beberapa pesantren ternama di Jawa Timur, untuk memperdalam pengetahuan agama, fikih, tafsir Alquran, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. 

Selain pendidikan agama, ia juga menempuh pendidikan umum untuk memperluas wawasan dan kemampuan dalam mengelola serta mengembangkan lembaga pendidikan.

Perjalanan Menuju Pengasuh Ponpes Rofiatul Islam

Pondok Pesantren Rofiatul Islam sendiri didirikan pada tahun 1841 M/1252 H, merupakan lembaga pendidikan yang menggabungkan ilmu salafiyah dan ilmu falaqiyah untuk mencetak generasi muslim yang kompeten dan berakhlak mulia. 

Setelah menyelesaikan masa studinya, KH. Munir Kholili kembali ke Desa Sentong dengan tekad untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan agama dan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Awalnya, ia aktif menjadi pengajar dan pembimbing di pesantren ini, membangun hubungan erat dengan masyarakat dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Pada masa perkembangan penting pesantren, KH. Munir Kholili dipercaya untuk menjabat sebagai pengasuh. Sebagai pengasuh, ia tidak hanya bertanggung jawab terhadap pembinaan akademik dan agama bagi santri, tetapi juga mengelola administrasi pesantren, mengembangkan program-program pendidikan, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk kemajuan lembaga.

Kontribusi dan Prestasi dalam Mengelola Ponpes Rofiatul Islam

Di bawah kepemimpinannya, Ponpes Rofiatul Islam mengalami perkembangan yang signifikan. Beberapa kontribusi utama yang telah diberikan KH. Munir Kholili antara lain:

- Pengembangan Kurikulum: Menyusun kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, sehingga santri tidak hanya memiliki keahlian agama yang kuat tetapi juga siap bersaing di dunia modern.

​- Pembangunan Fasilitas: Mengupayakan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas pesantren seperti asrama, ruang kelas, masjid, perpustakaan, dan lapangan olahraga untuk mendukung proses belajar-mengajar dan kesejahteraan santri.

​- Pembinaan Santri: Memberikan pembinaan yang komprehensif, baik dari sisi akademik, agama, maupun karakter, menghasilkan santri yang berkualitas dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

​- Kegiatan Sosial Masyarakat: Menggerakkan pesantren untuk aktif dalam kegiatan sosial masyarakat seperti pengajian umum, bantuan kepada masyarakat kurang mampu, pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu sekolah, dan kegiatan keagamaan lainnya yang bermanfaat bagi Desa Sentong dan sekitarnya.

​- Kerja sama dengan Pihak Luar: Menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan lainnya untuk mendapatkan dukungan dan memperluas jaringan dalam mengembangkan pesantren.

KH. Munir Kholili Wafat

Berbekal dedikasi yang tak pernah pudar dalam mengabdi untuk agama dan masyarakat, KH. Munir Cholili wafat pada hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026 di usia 85 tahun. Ia wafat saat menjalani perawatan media di rumah sakit di Malang, Jawa Timur.

 Kepergiannya menjadi kehilangan yang besar bagi seluruh keluarga besar Ponpes Rofiatul Islam, santri, serta masyarakat Desa Sentong. Namun, warisan yang telah dirintisnya tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Perjalanan karirnya sebagai pengasuh telah memberikan pengaruh positif yang mendalam, menjadikan Ponpes Rofiatul Islam sebagai pusat pendidikan agama yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter yang mulia. 

KH. Munir Kholili berharap pesantren dapat terus berkembang, menjadi wadah untuk menghasilkan generasi muda yang memiliki integritas agama, pengetahuan luas, dan jiwa kepedulian terhadap masyarakat, serta terus berkontribusi pada kemajuan umat dan bangsa. (*)

Pewarta : Dicko W
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.