https://jatim.times.co.id/
Berita

Pemkot Surabaya Mulai Arsipkan Ludruk Cak Kartolo untuk Dokumentasi Budaya

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:49
Pemkot Surabaya: Mengarsip Ludruk Cak Kartolo untuk Identitas Generasi Masa Depan Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh (tengah) saat berkunjung ke kediaman Cak Kartolo. (Foto: Pemkot Surabaya)

TIMES JATIM, SURABAYA – Siapa yang tak tahu legenda ludruk Surabaya, Cak Kartolo? Perjalanannya di dunia ludruk bukanlah waktu yang singkat. Sejak tahun 1958 hingga 2025, ia telah menjadi saksi hidup sekaligus aktor utama yang menjaga denyut kesenian tradisional ini tetap berdetak. Namun, Pemerintah Kota atau Pemkot Surabaya sadar bahwa ingatan manusia bisa memudar, sementara jejak fisik bisa rusak ditelan waktu.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, pihaknya mulai melakukan langkah strategis dengan alih media. Ribuan naskah tua, foto-foto kusam yang merekam panggung masa lalu, hingga rekaman audio pertunjukan mulai didokumentasikan secara digital. 

Menurut Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, alih media ini menjadi persiapan untuk mengusulkan dan mendaftarkan arsip kiprah Cak Kartolo ke Memori Kolektif Bangsa (MKB). Dengan langkah tersebut, Pemkot Surabaya berharap kiprah sang seniman tidak hanya diingat secara lokal, tetapi juga diakui sebagai bagian dari sejarah kebudayaan nasional.

“Dalam upaya memperkuat literasi dan pelestarian budaya, kami melakukan kunjungan ke rumah Cak Kartolo sebagai bagian dari pengumpulan arsip dan dokumentasi budaya. Informasi dan dokumentasi ini akan kami usulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan selanjutnya diarsipkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI),” ujarnya disela kunjungan ke kediaman Cak Kartolo, Selasa (13/1/2026). 

​Bagi Yusuf, Cak Kartolo bukan hanya urusan hiburan. Kisah hidup sang maestro adalah bahan bakar literasi yang ampuh untuk generasi Z dan Alpha. Pemkot berencana mengolah cerita-cerita di balik layar kehidupan Cak Kartolo menjadi materi edukasi di sekolah-sekolah dan perpustakaan.

​“Harapan kami, anak-anak Surabaya bisa tumbuh dengan bekal pengetahuan dan kecintaan pada budaya. Dengan begitu, mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akar identitas yang kuat,” imbuhnya.

​Di samping itu, Yusuf menyampaikan bahwa Cak Kartolo mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam upaya pelestarian ludruk dan pendokumentasian perjalanan para seniman. Cak Kartolo menilai perhatian pemerintah terhadap kesenian tradisional merupakan langkah penting agar ludruk tidak tergerus oleh perkembangan zaman. 

“Cak Kartolo menekankan bahwa literasi dan budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena sama-sama berperan dalam membentuk karakter dan jati diri generasi muda,” ungkap Yusuf. 

​Lebih lanjut, melalui upaya pengarsipan ini, Pemkot Surabaya berharap kesenian ludruk tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari keseharian masyarakat. 

“Dokumentasi, pengarsipan, dan penguatan literasi kebudayaan diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan generasi baru, sehingga nilai-nilai budaya lokal terus lestari di tengah dinamika zaman,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.