TIMES JATIM, PACITAN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat menghantam Kabupaten Pacitan selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (23–25 Januari 2026).
Dampaknya, tercatat 33 kejadian bencana, puluhan rumah rusak, fasilitas umum terdampak, dan seorang warga meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggoro mengatakan, rangkaian bencana tersebut dipicu dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana.
“Total ada 33 kejadian. Ini akibat angin kencang dampak Siklon Luana. Sekarang sudah mulai menjauh,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Katiran (56), warga Dusun Dasri, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan. Ia tewas saat berada di kebun untuk mencari rumput bersama istrinya, Sabtu (24/1) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum kejadian korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.15 WIB.
Saat berada di kebun wilayah Desa Bungur, angin bertiup sangat kencang dan tidak beraturan. Sebuah pohon sengon di sekitar lokasi roboh dan langsung menimpa tubuh korban.
Korban sempat terjungkal setelah tertimpa pohon. Warga sekitar yang mendengar teriakan istri korban langsung berdatangan dan membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, petugas Puskesmas Tulakan menyatakan korban telah meninggal dunia di lokasi.
Kapolsek Tulakan Iptu Didik Puji Hartono memastikan peristiwa tersebut murni disebabkan faktor cuaca ekstrem. “Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, kejadian akibat angin kencang,” ujarnya, saat dikonfirmasi terpisah.
Selain menelan korban jiwa, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan di sejumlah kecamatan, seperti Ngadirojo, Punung, Arjosari, Bandar, Pacitan Kota, Tulakan, dan Pringkuku.
Di Ngadirojo, sejumlah rumah warga Desa Nogosari rusak akibat tertimpa pohon. Sebuah tiang listrik PLN di Jalan Tentara Pelajar roboh dan sempat mengganggu pasokan listrik.
Di Kecamatan Punung, kerusakan terjadi di Desa Kebonsari, Ploso, dan Gondosari. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan bangunan.
Sementara di Arjosari, rumah warga di Desa Temon, Karanggedhe, dan Gunungsari dilaporkan rusak ringan hingga sedang. Sejumlah tempat usaha juga ikut terdampak.
Berdasarkan data BMKG, angin kencang dipengaruhi aktivitas Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas siklon melemah dan bergerak menjauh dari wilayah Indonesia.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di luar rumah dan di wilayah yang banyak ditumbuhi pohon besar. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |