TIMES JATIM, BANYUWANGI – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum kebangkitan wisata bahari di Banyuwangi. Salah satu destinasi yang mencuri perhatian wisatawan adalah Pulau Mbedil atau Pulau Bedil, yang dikenal dengan julukan “Raja Ampat”-nya Banyuwangi.
Keindahan Pulau Bedil di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu terletak pada formasi pulau-pulau kecil yang berdekatan di tengah laut, menghadirkan panorama alami yang jarang dijumpau di pesisir selatan Pulau Jawa.
Dari sejumlah titik pandang favorit seperti Green Island, Puncak Kemuning, dan Jungle Island, para pelancong dapat menikmati pemandangan gugusan pulau yang tersaji estetik dengan latar laut lepas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, menyebut bahwa kunjungan wisatawan ke Pulau Bedil meningkat signifikan selama libur Nataru. Destinasi ini tidak hanya diminati pelesir lokal, tetapi juga pelancong dari luar daerah.
“Selain panorama dari ketinggian, pengunjung juga dimanjakan dengan kejernihan air laut yang memiliki gradasi warna hijau toska hingga biru tua. Kondisi air yang bening ini menggoda siapa saja untuk segera menceburkan diri,” kata Taufik, Jumat (2/1/2026).
“Laguna di sekitar pulau cenderung tenang, sehingga sangat aman bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi berenang di alam terbuka yang masih sangat alami,” imbuhnya.
Menilik data Disbudpar Banyuwangi, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bedil selama periode 24 hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai 5.865 orang.
Pada 24 Desember tercatat 350 pengunjung, meningkat menjadi 711 orang pada 25 Desember dan 904 pengunjung pada 26 Desember. Lonjakan tertinggi terjadi pada 27 dan 28 Desember dengan jumlah masing-masing 1.032 dan 1.074 pengunjung.
Memasuki akhir tahun, jumlah kunjungan mulai melandai. Pada 29 Desember tercatat 701 pengunjung dan menurun menjadi 477 orang pada 30 Desember. Namun, arus wisata kembali meningkat pada malam pergantian tahun, 31 Desember, dengan total 616 pengunjung.
Akses menuju Pulau Bedil memang membutuhkan sedikit usaha. Wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Mustika, Pancer.
Dari pantai tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu tradisional milik nelayan setempat, menyusuri tebing karang dan ombak khas pantai selatan.
Popularitas Pulau Bedil sebagai hidden gem semakin menguat seiring promosi yang masif di media sosial serta dukungan infrastruktur yang terus dibenahi. Sejumlah wisatawan mancanegara juga mulai melirik destinasi ini sebagai alternatif wisata bahari selain Bali.
Usai menjelajah gugusan pulau, wisatawan biasanya kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati sajian seafood segar hasil tangkapan nelayan setempat. Hidangan laut yang disajikan dengan latar panorama matahari terbenam menjadi penutup sempurna perjalanan di selatan Bumi Blambangan. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |