https://jatim.times.co.id/
Berita

Difabel Juga Bisa Mendaki, Misi Difpala Ubah Stigma Masyarakat

Jumat, 02 Januari 2026 - 11:22
Difabel Juga Bisa Mendaki, Misi Difpala Ubah Stigma Masyarakat Educamp Putuk Lesung Gunung Arjuno 2024. (FOTO: Difpala for TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Komunitas Difabel Pecinta Alam (Difpala) hadir dengan membawa misi sekaligus harapan baru bagi penyandang disabilitas untuk dapat beraktivitas langsung di alam bebas.

Komunitas itu hadir di Malang sejak 2020 dengan nama awal Tim Khusus Pendaki. Berawal ketika musim covid, teman-teman difabel merasa makin terhambat aksesnya.  Salah satu teman netra mengusulkan untuk berkegiatan di alam.

Komunitas itu mengadakan kegiatan sekaligus kampanye mengenai dunia pendakian dan penghijauan. Mereka juga ingin mengubah stigma masyarakat bahwa difabel juga dapat beraktivitas di alam bebas.

Difpala-Seven-Summits-I-2024.jpgDifpala Seven Summits I 2024, Gunung Kawi.  (FOTO: Difpala for TIMES Indonesia)

Beberapa penyandang disabilitas mulai dari tuli, netra, daksa, intelektual, hingga mental turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Aktivitas dilakukan dengan pantauan pendamping. Persiapan dan antisipasi harus lebih ekstra daripada yang dilakukan pada umumnya.

“Latihan lebih ekstra, contohnya teman netra, mereka kalau dijelasin gak paham, jadi harus praktek langsung, pendamping harus mengajarinya sampai dia bisa melakukannya, komunikasi adalah kunci," ujar Koordinator Pusdiklat Difpala, Cakrahayu Arnavaning Gusti.

Disabilitas Mendaki Gunung

Pada 2021, Difpala berhasil mendaki Puthuk Lesung yang berada di bawah lereng gunung Arjuno, selain mendaki dan penghijauan, mereka juga melakukan kerja bakti pembersihan petilasan yang ada disana.  

Saat ini mereka sedang memiliki project “Difpala Seven Summit” yang bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas untuk mendaki tujuh gunung. Pada 2024, mereka sudah mendaki Gunung Kawi dan 2025 berhasil mendaki Gunung Welirang. Project ini masih berjalan hingga saat ini.

Gunung-Welirang.jpgDifpala Seven Summits II 2025,  Gunung Welirang.  (FOTO: Difpala for TIMES Indonesia)

Setiap bulan mereka melakukan penghijauan berkolaborasi dengan komunitas pecinta alam dan pemerintah setempat. Salah satu lokasinya di Gunung Wedon yang berada di Lawang, Kabupaten Malang. Beberapa waktu lalu kawasan tersebut pernah terbakar.

Tim berhasil menanam sekitar 100 bibit pohon dengan berbagai jenis, mulai pule, apel, dan jeruk. Program tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kota Malang.

Mendaki yang Menyembuhkan

Kegiatan mendaki dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian teman difabel. Bahkan, teman difabel yang menderita epilepsi berhasil tidak kambuh selama dua tahun.

“Ada teman difabel yang menderita epilepsi, biasanya setiap bulan dia kambuh, tapi semenjak ikut mendaki dia gak kambuh lagi selama 2 tahun, tentunya dengan tetap meminum obat,” kata Cakra.

Meskipun sudah berjalan lima tahun, masih banyak tantangan yang dihadapi komunitas. Terutama jika berkegiatan di alam bebas dengan cuaca yang tidak menentu. Selain itu, masih banyak juga masyarakat yang meragukan teman difabel untuk bisa mendaki.

Cakra berharap kegiatan Difpala bisa meluas hingga luar Jawa Timur. Ia juga berpesan kepada teman-teman difabel di luar sana yang mampu dan bisa untuk melakukan aktivitas outdoor seperti mendaki, tentuya dengan persiapan yang aman dan matang. (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.