https://jatim.times.co.id/
Gaya Hidup

Tren Pesta Pernikahan Bergeser, Vendor Sajikan 'The Great Show Everlast' di Surabaya

Minggu, 08 Februari 2026 - 23:31
Tren Pesta Pernikahan Bergeser, Vendor Sajikan 'The Great Show Everlast' di Surabaya Pameran The Great Show of Everlast Wedding Experience di Grand Fullerton Ballroom, Surabaya, Minggu (8/2/2026) (Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Tren pernikahan mengalami pergeseran dan penurunan signifikan terutama di kalangan Generasi Z. Bahkan mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir yang mencapai 30 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Tren tersebut juga terlihat dari meningkatnya jumlah anak muda Indonesia rentang usia 16-30 tahun yang memilih untuk belum menikah dengan angka hampir 71,04 persen pada 2025 kemarin.

Sejumlah faktor memengaruhi, mulai ekonomi, perubahan gaya hidup, fokus pada karier, serta ketakutan akan perceraian termasuk pergeseran pandangan sosial.

Kendati jumlah pernikahan menurun, pesta pernikahan tidak pernah hilang. Melainkan berubah menjadi lebih personal, elegan, dan sarat budaya. Konsep intimate wedding yang lebih efisien semakin populer.

Sejumlah vendor wedding pun berlomba-lomba menawarkan pengalaman menjelajahi kembali keindahan pesta dengan berbagai pilihan konsep mulai minimalis hingga mewah dalam The Great Show of Everlast Wedding Experience di Grand Fullerton Ballroom, Surabaya, Minggu (8/2/2026).

Pameran-The-Great-Show-of-Everlast-Wedding-a.jpgPara vendor yang terlibat dalam The Great Show of Everlast Wedding Experience di Grand Fullerton Ballroom, Surabaya, Minggu (8/2/2026).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Dalam pameran ini, ditampilkan sejumlah gaun cantik karya Whulyan Attire. Whulyan menampilkan lebih dari 50 koleksi. Mulai dari gaun pengantin konsep klasik hingga modern, untuk membantu pasangan mewujudkan wedding dream mereka. 

Selanjutnya, tampilan dekorasi bunga-bunga menawan dari Mitra Flower, kemegahan musik dan audio screen dari Melodia Production.

Ada pula Visesa Organizer yang akan menerjemahkan konsep pesta sesuai keinginan calon pasangan pengantin, hiburan band Malik Entertainment, beragam menu makanan istimewa dari Sonokembang Catering, dan Ruang Foto Work yang mampu mengabadikan momen penuh kesan seumur hidup.

Konsep Everlasting Wedding Experience ini memang mengajak pengunjung menelusuri dimensi waktu pernikahan. Dari adat Jawa klasik sampai konsep modern minimalis. Juga melihat dekor siraman atau gaun adat, hingga banyak yang akhirnya tertarik dengan konsep tradisional.

Menurut Ayu Wulan, pemilik Whulyan Attire, tren busana wedding 2026 akan kembali pada kebaya tradisional modern seperti suntiang dengan sentuhan warna bold dominan fusia dan biru denim.

Sementara putih masih menjadi warna paten bagi gaun pengantin. Kemudian, sentuhan brown burgundy. Setidaknya terdapat lima warna yang akan menjadi tren pada tahun ini.

"Jadi, looknya masih kebaya, ada sentuhan tradisional. Meskipun ada sentuhan modern, busana tradisional masih diminati oleh Gen Z," tutur Ayu Wulan.

Sedangkan untuk bahan gaun pengantin, tetap menggunakan satin dan kain songket dipadupadankan batik tulis, juga payet dengan blink yang elegan.

Owner Visesa Wedding Organizer, Lita Visesa, menilai pendekatan berbasis pengalaman menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda. Mereka bisa me

“Ada edukasi buat Gen Z yang suka minimalis. Di sini mereka bisa memegang gaun, melihat dekorasi, mencoba makeup, bahkan belajar dari fashion show yang melibatkan 20 makeup artist MUA,” katanya.

Di sisi lain, Founder Mitra Flower & Decorations Sumitro, mengungkapkan, industri pernikahan dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan signifikan.

Perubahan gaya hidup Gen Z yang makin minimalis turut memengaruhi industri dekorasi dan bunga.

“Di 2025, penurunan pernikahan paling parah. Tahun 2023 sekitar 1,5 juta, 2024 turun jadi 1,4 juta, padahal dulu 2013 masih 2,2 juta pernikahan. Sekarang yang penting foto bagus. Bunga artificial makin dominan, bunga asli makin jarang dipakai, padahal keindahan bunga asli itu beda,” ujarnya. 

Sementara itu, Founder Malik Entertainment Malik Atmadja, menyebut Surabaya masih menjadi barometer industri pernikahan nasional. 

“Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih menjadi kiblat wedding di daerah lain. Mulai dari dekorasi, musik, hingga konsep acara banyak ditiru daerah lain,” katanya.

Owner Melodia Production, Riski, memaparkan, melalui Everlasting, pihaknya ingin kembali mengedukasi Gen Z agar mengenal nilai estetika pernikahan yang lebih autentik. 

Soal pergeseran budaya, Malik menilai industri harus adaptif tanpa kehilangan makna. Pergeseran pasti ada, tetapi harus diikuti dengan edukasi.

"Modernisasi dan teknologi harus dipakai untuk memperkuat nilai pernikahan, bukan menghilangkannya. Dengan orkestra juga seni musik, menghidupkan pernikahan,” tuturnya.

Ruang Foto Work, Bayu, menambahkan, bahwa  pernikahan itu simple, apapun jenis pernikahan, pestanya, maupun dekorasinya yang terpenting adalah ekspresi saat pemotretan. "Karena pernikahan bisa terlihat indah, dari ekspresi kedua pihak mempelai," ucapnya.

The Great Show of Everlast, Wedding Experience, juga didukung 32 vendor lainnya. Tak hanya pameran, acara ini juga dikemas dengan fashion show dan orkestra musik yang menyasar selera Gen Z, serta dikampanyekan secara masif di media sosial. (*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.