https://jatim.times.co.id/
Berita

Kasus Kanker Masih Ditemukan, Dinkes Kota Batu Genjot Skrining dan Sosialisasi

Minggu, 08 Februari 2026 - 19:06
Kasus Kanker Masih Ditemukan, Dinkes Kota Batu Genjot Skrining dan Sosialisasi Sosialisasi penanganan kanker payudara terus digencarkan oleh Dinkes Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu (Dinkes Kota Batu) terus memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini kanker, terutama setelah puluhan kasus kanker payudara dan beberapa kasus kanker serviks tercatat dalam satu tahun terakhir. 

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperluas skrining kesehatan perempuan sekaligus memastikan akses pengobatan tetap terjangkau melalui BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Batu, terdapat 56 kasus kanker payudara yang terdeteksi dalam kurun satu tahun terakhir.

Selain itu, enam perempuan lainnya diketahui mengidap kanker serviks. Angka tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian kasus ditemukan dalam kondisi penanganan yang sudah terlambat.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, mengatakan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian kanker.

Menurutnya, minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi faktor yang memicu keterlambatan penanganan medis.

"Sebagai langkah strategis, kami (Dinkes Kota Batu) menargetkan skrining dini terhadap 1.300 perempuan usia produktif setiap tahun. Program difokuskan untuk menemukan gejala kanker sejak tahap awal, mengingat banyak kasus kanker tidak menunjukkan tanda yang jelas pada fase awal penyakit," katanya, Minggu (8/2/2026).

Dinkes juga terus menggencarkan edukasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis).

Upaya ini dinilai efektif untuk membantu masyarakat mengenali perubahan atau kelainan pada payudara lebih cepat sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih tinggi dibandingkan jika terdeteksi pada stadium lanjut.

"Selain kanker payudara, deteksi dini kanker serviks juga menjadi prioritas melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)," imbuhnya.

Susan - sapaanya menambahkan, metode tersebut dipilih karena memiliki tingkat ketepatan tinggi sekaligus biaya yang relatif terjangkau.

Pemeriksaan IVA bahkan sudah dapat dilakukan di Puskesmas oleh bidan yang telah mendapat pelatihan khusus, sehingga masyarakat tidak perlu bergantung pada layanan rumah sakit besar. Dalam upaya pencegahan primer, Dinkes juga menyediakan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) secara gratis. 

"Program vaksinasi ini menyasar perempuan usia produktif dan pelajar perempuan sebagai langkah menekan risiko kanker serviks sejak dini. Dinkes optimistis kombinasi deteksi dini, edukasi berkelanjutan, serta program vaksinasi dapat menurunkan angka kematian akibat kanker di Kota Batu," tegasnya.

Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat terkait mahalnya biaya pengobatan kanker dipastikan telah terakomodasi melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menanggapi itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batu, Erra Widayati menuturkan seluruh tahapan penanganan kanker masuk dalam cakupan pembiayaan BPJS Kesehatan. 

"Mulai dari layanan promotif, preventif, hingga pengobatan lanjutan seperti kemoterapi," tutupnya. (*)

Pewarta : Galih Rakasiwi
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.