TIMES JATIM, SURABAYA – Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) di RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo, menyoroti fenomena mengkhawatirkan pergeseran usia penderita kanker ke demografi yang jauh lebih muda.
Sebagai pemrakarsa acara, dr. Asdi Wihandono, Sp.B(K)Onk tergerak menggelar forum edukasi Seminar Awam pada Minggu (8/2/2026).
Acara ini diselenggarakan atas keresahan melihat data lapangan di mana mayoritas pasien kanker datang dalam kondisi stadium lanjut akibat termakan mitos dan hoaks pengobatan alternatif.
"Faktanya, penderita kanker di Indonesia semakin lama semakin muda. Bahkan ada pasien saya usia 19 tahun sudah terkena kanker payudara stadium lanjut. Ini alarm bagi kita semua," tegas dr. Asdi yang juga staf pengajar di Universitas Airlangga (UNAIR).
Untuk memberikan pemahaman komprehensif, seminar ini tidak hanya berfokus pada kanker payudara. RS Siti Khodijah menghadirkan panel ahli multidisiplin untuk mengupas tuntas risiko kanker di berbagai organ vital.
Turut hadir sebagai narasumber lain dr. Aditya Herlambang Sp.OG(K), Subsp.Onk, M.Ked.Klin (Spesialis Obgyn Onkologi Ginekologi) yang membahas kanker serviks dan kandungan, dr. Sri Sarwosih Indah Marthaty, Sp.P (K)Onk (Spesialis Paru Onkologi Thoraks) yang menyoroti kanker paru serta dr. Ismu Nugroho, Sp.B-KBD (Spesialis Bedah Digestif) yang mengedukasi mengenai keganasan pada saluran cerna.

Keempat pakar ini sepakat bahwa hambatan terbesar penanganan kanker di Indonesia bukan pada ketersediaan alat, melainkan pada rendahnya literasi masyarakat.
Dr. Asdi menyoroti ironi pasien yang menunda ke dokter karena takut operasi atau kemoterapi.
"Banyak yang percaya kalau dikemo menambah parah'. Padahal teknologi medis saat ini mulai dari terapi target hingga operasi minimal invasif dudah sangat maju. Kanker payudara, misalnya, tidak selalu harus diangkat seluruh payudaranya jika terdeteksi dini," jelasnya.
Para narasumber juga menekankan pentingnya pola hidup sehat. Konsumsi makanan ultra-processed (makanan kemasan berpengawet) dan daging merah berlebih disebut sebagai faktor risiko yang perlu diwaspadai, selain faktor genetik dan lingkungan.
Melalui seminar ini, tim dokter berharap masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya tidak lagi terjebak stigma atau ketakutan tak berdasar, serta menjadikan skrining medis sebagai prioritas sebelum terlambat. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Hari Kanker Sedunia: RS Siti Khodijah Soroti Usia Penderita yang Semakin Muda
| Pewarta | : Zisti Shinta Maharani |
| Editor | : Deasy Mayasari |