TIMES JATIM, SURABAYA – Unit groovy death metal asal Surabaya, Fear Inside, resmi merilis single terbaru bertajuk Bloodlust Injecting Poison Blood. Lagu ini mengusung lirik sarat pesan tentang penggambaran kesadisan penguasa yang diibaratkan seperti mayat hidup (zombie) haus darah.
Band yang digawangi Nendy (vokal), Biyik (gitar), Jhoxs (drum), dan Ferry (bass) ini berhasil memadukan ledakan energi, agresi, serta atmosfer gelap dalam lagu Bloodlust. Aransemennya menonjolkan raungan gitar dan gebukan drum yang dibalut vokal gahar, mengajak pendengar merenung di balik distorsi berat khas death metal.
Vokalis Fear Inside, Nendy, mengakui bahwa lirik yang mereka tulis mungkin terdengar absurd jika hanya dibaca sekilas. Namun, ia menegaskan ada pesan mendalam yang relevan dengan kondisi saat ini.
"Lirik yang tersurat dan tersirat di dalam lagu tersebut sepertinya memang terjadi di negara kita," ujar Nendy, Kamis (29/1/2026). Ia menambahkan bahwa bagian paling berkesan dalam lagu ini terletak pada intro dan bagian akhir.
Proses Kreatif dan Rencana Album
Mengenai proses kreatif, Nendy mengungkapkan bahwa ide penulisan lirik tergolong cepat, yakni hanya membutuhkan waktu dua hari. Namun, proses merangkainya menjadi kesatuan utuh memerlukan waktu sekitar lima hari di sela kesibukan rutin para personel.
"Kalau untuk eksekusi take vokal memang terpisah waktunya dan berbeda dengan waktu take instrumen musik," jelasnya.
Bloodlust diproyeksikan sebagai single pembuka menuju mini album (EP), sekaligus pemanasan sebelum penggarapan album ketiga. Melalui karya ini, Fear Inside berharap dapat mengobati kerinduan para penggemar setianya.
Dengan formasi dan energi baru, Fear Inside berupaya memberikan nuansa segar di skena musik ekstrem melalui format musik old school rage meets modern precision. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Obati Kerinduan Penggemar Groovy Death Metal, Fear Inside Rilis Single Bloodlust
| Pewarta | : Lely Yuana |
| Editor | : Deasy Mayasari |