TIMES JATIM, MALANG – DPRD Kabupaten Malang menginisiasi suasana yang lebih humanis dalam acara Jazz Parlemen. Acara ini bakal digelar di area gedung dewan, Minggu (1/2/2026) mendatang.
Sejumlah rangkaian kegiatan digelar untuk meramaikan menjelang ajang Jazz Parlemen ini. Salah satunya, pameran juga lelang amal beberapa karya seniman dan produk lokal.
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menyatakan, kegiatan Jazz Parlemen ini digelar sebagai bentuk nyata aksi kemanusiaan.
"Jazz Parlemen itu wujud rasa empati dan simpati kita semua terhadap saudara sesama yang tertimpa bencana. Intinya, nanti digelar penggalangan dana amal untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Aceh, yang saat ini masih butuh penanganan," terang Darmadi, Kamis (29/1/2026).
Partisipan penggalangan dana untuk terdampak bencana ini, lanjutnya, akan melibatkan para pengusaha Malang raya, pejabat pemerintah dan masyarakat umum.
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)
"Penggalangan dana melalui donasi dan lelang barang-barang produksi UMKM juga barang karya seni, dari kreatifitas masyarakat Malang," tambah Darmadi.
Hadirkan KiaiKanjeng dan Tenaga Ahli Noe Letto
Dalam acara puncak Jazz Parlemen ini, rencananya akan menghadirkan grup musik gamelan KiaiKanjeng dan Noe Letto. Mereka akan hadir di pelataran halaman Kantor DPRD Kabupaten Malang.
Gamelan KiaiKanjeng yang dipimpin Emha Ainun Najib atau karib Cak Nun ini akan menyajikan orkestra suluk tembang gamelan, yang menjadi siar dan ajakan spritual humanisme.
Grup KiaiKanjeng yang sangat populer dengan tembang 'Lir Ilir' tersebut nantinya tentu tidak sekadar konser, melainkan juga menjadikan Jazz Parlemen ini sebagai media dialog sosial, budaya, dan agama.
Lebih lengkap, akan hadir pula Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau lebih dikenal Noe Letto. Masyarakat Kabupaten Malang pastinya sudah tidak sabar menunggu petuah-petuah puitis yang sarat nilai tasawuf dari musisi yang belum lama ini juga dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Republik Indonesia itu. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |