TIMES JATIM, MALANG – Berkah bagi sejumlah 200 orang warga, yang mendapatkan bantuan becak listrik, yang diserahkan langsung Bupati Malang H. Sanusi, di halaman Pendopo Panji Kantor Pemkab Malang, Selasa (20/1/2026).
Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut merupakan bantuan dari program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Yakni, dalam rangka penguatan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja sektor informal, khususnya para pengayuh becak.
Para penerima bantuan becak listrik ini merupakan pekerja informal yang sudah lanjut usia. Mereka tampak bersemangat, dengan raut muka senang.
Salah satu penerima becak listrik itu, adalah Buang (61), warga asal Sumberpucung Kabupaten Malang.
"Saya tiap hari biasanya mangkal di dekat stasiun Kepanjen dan sekitar pintu perlintasan kereta api. Becak ini lebih memudahkan, karena dibantu tenaga listrik. Jadi, bisa lebih jauh juga jangkauannya," kata Buang, ditemui TIMES Indonesia, saat mangkal di Jalan Panji Kepanjen, Selasa (20/1/2026) sore.
Bagi Buang, menjalani pekerjaan menjadi penarik becak adalah pilihan satu-satunya saat ini, untuk bisa memenuhi anggota keluarganya.
Bahkan, ia mengaku menjadi pengayuh becak selama ini sudah dijalaninya sejak 1978 silam. Buang sempat berhenti selama 3 tahun, dan memilih ikut bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, harus kembali menjadi tukang becak sampai saat ini.
Mendapatkan penghasilan sedapatnya diakui dialaminya beberapa tahun terakhir. Terlebih, ketika masyarakat Kepanjen dan sekitarnya sudah banyak pilihan untuk transportasi seperti ojek atau mobil secara online.
"Ya, sehari-hari memang sepi sejak ada ojek online, dalam sehari sering hanya dapat 2-3 orang penumpang. Paling sering yang mau atau dari pasar. Ongkosnya cuma Rp 10.000 sekali jalan," ungkap Buang.
Kini, becak listrik yang didapatkannya memang jauh lebih bagus dibanding becak yang dijalankannya semula. Ia berharap, becak baru ini bisa lebih mendatangkan keberkahan rezeki untuk keluarganya.
"Tempat duduknya lebih lebar, bisa untuk tiga penumpang. Tidak capek juga, karena bisa dijalankan dengan tenaga listrik. Ada lampu riting (sein) di kanan kirinya," demikian bapak yang nampak bersahaja ini.
Becak Listrik Buatan PT Pindad
Penyaluran bantuan 200 becak listrik ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), PT Pindad, dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Becak listrik tersebut diproduksi PT Pindad, dan disalurkan kepada penarik becak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang. Selain mendukung transportasi ramah lingkungan, alat ini dapat meringankan beban kerja para penerima manfaat.
Sasaran penerima bantuan adalah pengemudi becak berusia di atas 60 tahun, yang masuk dalam kategori kesejahteraan rendah.
Dalam sambutannya, Bupati Malang Sanusi menyampaikan, penyaluran becak listrik ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap penguatan ekonomi rakyat kecil.
“Hari ini, Kabupaten Malang menjadi saksi atas hadirnya ikhtiar bersama untuk menguatkan ekonomi rakyat, khususnya saudara-saudara kita para pembecak," kata Bupati Sanusi.
Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan dan dimanfaatkan sebagai sarana mata pencaharian yang lebih layak efisien, dan lebih ramah lingkungan. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |