TIMES JATIM, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda menyampaikan imbauan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur, selama periode 21 sampai 30 Januari 2026.
BMKG merilis, cuaca ekstrem dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang - lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Sebarannya, diantaranya diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, dan Kabupaten Kediri. Juga, terjadi di Kota Batu, Kediri, Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Lumajang, termasuk Kabupaten Malang, serta hampir semua kabupaten/kota lainnya di Jatim.
Penanganan timbunan longsor yang terjadi di Dusun Mbiyan Desa Sukomulyo Pujon, pada Senin (19/1/2026) malam. (Foto: BPBD)
Dalam rilisnya, BMKG Stasiun Meteorologi Juanda menyampaikan, saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan, dan ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan.
"Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang bisa berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," demikian Ketua BMKG Stasiun Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Dijelaskan, potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial rossby.
Selain itu, diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
"Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, juga kondisi atmosfer lokal yang labil bakal turut mendukung pertumbuhan awan-awan yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," terang Taufiq.
BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait, agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
Khususnya wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.
Eskalasi Longsor Dampak Hujan di Malang
BPBD Kabupaten Malang melaporkan sejumlah kejadian bencana dampak cuaca ekstrem akibat hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, beberapa hari terakhir.
Kejadian tanah longsor dilaporkan menimpa wilayah Krajan 1 RT 06 RW 02 Desa Sidoluhur Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026) sore, sekira pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan informasi, terpantau intensitas hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga petang. Kondisi cuaca ini diduga menjadi pemicu terjadinya tanah longsor di wilayah Dusun Krajan 1 RT 06 RW 02 Desa Sidoluhur Lawang tersebut.
Longsor ini menyebabkan, akses jalan terhambat dari Dusun Krajan 1 ke Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur Lawang.
Sebelumnya, beberapa daerah di wilayah kecamatan Pujon Kabupaten Malang juga mengalami longsor akibat curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Kejadian tanah longsor dilaporkan Poslap Ngantang, di Dusun Mbiyan Desa Sukomulyo Pujon, pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 23.00 WIB.
Hujan dengan intensitas deras yang turun di wilayah Pujon dan sekitarnya, mengakibatkan tebing setinggi 30 meter, dengan ketebalan tanah longsoran 3 meter, longsor menutupi separuh jalan Kabupaten
Akibatnya, akses jalan penghubung Desa Desa Pujon Kidul dan Desa Sukomulyo Pujon ini, hanya bisa dilewati pengguna jalan separuh badan jalan untuk beraktifitas. Hingga malam ini, petugas masih proses penanganan dan melakukan pembersihan jalan tertutup longsor tersebut.
Longsor akibat curah hujan, yang mengakibatkan dinding pagar penahan tanah sekolah ambrol, juga banjir luapan gorong-gorong yang tersumbat, sebelumnya juga menimpa permukiman Dusun Cukal Desa Bendosari Pujon pada sore harinya. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |