https://jatim.times.co.id/
Gaya Hidup

Fakultas Psikologi Unair Jemput Bola Gelar Pojok Curhat dan Edukasi Anak di Balai Kota Surabaya

Minggu, 08 Februari 2026 - 12:16
Bahaya Fenomena Self-Diagnosis, Fakultas Psikologi Unair Jemput Bola Gelar Pojok Curhat dan Edukasi Anak Pojok curhat dalam pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Unair. (FOTO: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Fenomena self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi dari media sosial kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental masyarakat.

Hal tersebut diungkap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Dewi Retno Suminar saat menggelar aksi pengabdian masyarakat di Balai Kota, Minggu (8/2/2026). 

Metode "jemput bola" yang ditawarkan adalah memberikan layanan konsultasi dan edukasi langsung kepada masyarakat. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dampak buruk dari tren self-assessment digital yang sering kali berujung pada stigma diri (self-stigma) yang keliru," ungkapnya. 

Bahaya Self-Diagnosis di Era Digital

Menurut Dewi, banyak orang saat ini lebih memilih menggunakan aplikasi atau media sosial untuk mencari tahu kondisi mental mereka. Sayangnya, hal ini justru sangat berisiko.

"Di era digital, masyarakat sering melakukan self-assessment lewat medsos. Ini berbahaya karena memicu self-stigma. Kami melihat banyak kasus pengambilan keputusan untuk bunuh diri atau self-harm berawal dari latar belakang ini," ujarnya.

Melalui program "Pojok Curhat", tim Psikologi Unair hadir untuk memberikan pendampingan profesional guna mencegah depresi dan tindakan menyakiti diri sendiri.

Pojok Curhat: Dari Masalah Jodoh hingga "Merawat Cinta" Pasutri

Layanan Pojok Curhat yang terdiri dari bilik-bilik privat ini menjadi primadona warga. Dewi menyebut bahwa banyak warga yang berkonsultasi mengenai persoalan asmara, rumah tangga, hingga emosi pribadi.

"Keluar dari bilik curhat, mereka mendapatkan insight atau pemahaman baru mengenai langkah apa yang harus dilakukan. Ini membantu mereka melakukan rilis emosi agar masalah bisa diselesaikan dengan baik," tambahnya.

Melatih Motorik Halus Anak di Tengah Gempuran Gadget

Selain kesehatan mental dewasa, kegiatan ini juga menyasar tumbuh kembang anak. Psikologi Unair, kata Dewi, menyoroti penurunan kemampuan motorik halus anak-anak akibat ketergantungan pada gadget.

"Anak-anak sekarang kurang terbiasa menulis halus atau meronce. Oleh karena itu, kami ajak mereka menjauh sejenak dari layar gadget untuk mendengarkan teater boneka, menggambar, hingga permainan 'jumpit-jumpit' untuk melatih motorik mereka," terang Dekan.

"Kami (Fakultas Psikologi Unair) ingin memberikan dampak nyata. Kami tidak menarik masyarakat ke kampus, tapi kami yang datang menjemput bola ke masyarakat," pungkasnya. (*)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.