TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Hujan ringan hingga deras disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo mulai pukul 13.30 hingga pukul 17.00 WIB menyebabkan berbagai kerusakan, antara lain pohon tumbang, rumah rusak, hingga jembatan putus di beberapa desa.
Kondisi ekstrem tersebut memengaruhi beberapa kecamatan, antara lain Dringu, Lumbang, Pajarakan, dan Sumberasih. Di Desa Randuputih Kecamatan Dringu, pohon tumbang terjadi di beberapa titik, termasuk Dusun Parsean RT 012 RW 004 yang menimpa teras rumah ibu Suryani Lilik dan Dusun Parsean RT 012 RW 005 yang menimpa teras rumah ibu Misnati.
Selain itu, sebanyak 3 pohon tumbang di Jalan Raya Probolinggo-Kraksaan, salah satunya di restoran Jebing, yang juga berdampak pada 1 musholla, 1 tempat usaha, dan 24 rumah.
Di Desa Tamansari, tercatat 4 pohon tumbang yang menimpa 1 tempat usaha. Sedangkan di Desa Boto Kecamatan Lumbang, 4 pohon tumbang menimpa dapur rumah warga yang menyebabkan kerusakan ringan, serta 2 rumah lain mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Kasus khusus terjadi di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan, dimana angin puting beliung menyertai cuaca ekstrem tersebut sehingga menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga Dusun Krajan RT 02 RW 01.

Di Kecamatan Sumberasih, Desa Lemahkembar mengalami banjir genangan yang kini sudah surut, sedangkan Desa Banjarsari menghadapi kerusakan serius dengan putusnya jembatan darurat penghubung Dusun Beji dan Banjar Utara yang terhanyut. Desa Sumberejo juga terkena dampak dengan putusnya jembatan penghubung Dusun Klompek akibat abutment yang ambrol. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Jabung Sisir.
"Kami telah melakukan koordinasi segera sejak awal kejadian dengan relawan setempat, serta pihak terkait seperti Damkar, Koramil, dan Polsek," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, tim Tanggap Darurat Cepat (TRC) PB BPBD Kabupaten Probolinggo juga langsung mendatangi setiap lokasi terdampak untuk melakukan asesmen dan penanganan.
"Kami berterima kasih pada dukungan masyarakat dan pemerintah desa yang bekerja sama di bawah komando camat untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan. Saat ini semua lokasi sudah selesai ditangani, namun kami tetap melakukan pemantauan agar siap merespons jika ada perkembangan lebih lanjut," tambahnya.
Oemar, juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi kembali, serta segera melaporkan setiap kejadian terkait ke pihak berwenang untuk penanganan yang cepat. (*)
| Pewarta | : Dicko W |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |